EJ – Aktivis Perempuan Jawa Timur, Hj. Siti Rafika Hardhiansari, S.Si., resmi terpilih sebagai Ketua Umum Federasi DragonShot Jawa Timur. Penetapan tersebut dilakukan melalui rapat formatur yang digelar pada Rabu malam (21/10/2026) di salah satu restoran di kawasan Surabaya Pusat.
Rapat formatur tersebut dihadiri Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat DragonShot, Dr. Mohammad Faruk, M.Kes., bersama sejumlah calon pengurus Federasi DragonShot Jawa Timur. Proses pemilihan ini menjadi langkah awal untuk memperkuat organisasi sekaligus memperluas pengembangan olahraga DragonShot di Jawa Timur.
Terpilihnya Rafika diharapkan mampu membawa semangat baru dalam memperkenalkan olahraga raket tersebut kepada masyarakat, khususnya generasi muda. Pengalaman Rafika di bidang sosial, aktivitas kemasyarakatan, serta keterlibatannya dalam dunia olahraga menjadi modal untuk mengembangkan DragonShot secara lebih luas.
Nama Rafika sendiri cukup dikenal di kalangan masyarakat Jawa Timur. Selain aktif sebagai Aktivis Perempuan, Pemerhati Difabel dan Duta Antinarkoba yang gencar menyosialisasikan bahaya penyalahgunaan narkoba, ia juga berprofesi sebagai Konsultan dan selama ini turut menjadi Mitra Polri dalam mendukung pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Di bidang olahraga, Rafika dikenal memiliki ketertarikan terhadap sepak bola dan bulu tangkis. Ia juga aktif sebagai suporter perempuan klub sepak bola asal Surabaya serta menjadi penasihat drumband & baseball di Surabaya.
Kecintaannya terhadap olahraga menjadi salah satu alasan Rafika menerima amanah sebagai Ketua Umum Federasi DragonShot Jawa Timur. Menurutnya, DragonShot memiliki karakteristik yang menarik karena merupakan olahraga raket yang dapat menjadi alternatif aktivitas fisik bagi masyarakat.
“DragonShot merupakan olahraga raket yang menarik dan memiliki kemiripan dengan beberapa olahraga lain, seperti bulu tangkis, tenis meja, dan padel. Saya berharap olahraga ini bisa semakin dikenal dan diminati masyarakat,” menjadi semangat yang mendasari kesediaannya memimpin organisasi tersebut.
DragonShot Mulai Berkembang di Indonesia, DragonShot merupakan olahraga raket yang berasal dari Malaysia dan diciptakan oleh Sukdev Singh pada 2006. Olahraga ini sebelumnya dikenal dengan nama Jombola, sebelum berganti nama menjadi DragonShot pada Agustus 2025.
Di Indonesia, DragonShot mulai diperkenalkan dan dipopulerkan melalui Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Perkembangannya kemudian meluas ke sejumlah sekolah dan komunitas olahraga, termasuk di Jawa Timur.
Pengembangan olahraga ini juga diarahkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan wasit bersertifikasi nasional serta partisipasi dalam berbagai kegiatan dan kompetisi internasional.
Jawa Timur menjadi salah satu wilayah yang turut mendorong perkembangan DragonShot di Indonesia. Bahkan, pada September 2026, kontingen DragonShot Jawa Timur berhasil membawa pulang trofi dari kejuaraan internasional yang diselenggarakan di Malaysia.
Prestasi tersebut menjadi dorongan bagi pengurus untuk memperkuat pembinaan atlet, memperluas jaringan komunitas, serta meningkatkan kesempatan bagi atlet daerah agar dapat berkompetisi di tingkat nasional maupun internasional.
Pengurus Lintas Profesi, Perkuat Pembinaan, Dalam rapat formatur tersebut, sejumlah nama ditetapkan untuk mengisi jajaran kepengurusan Federasi DragonShot Jawa Timur. Mayoritas pengurus berasal dari kalangan Dosen, Guru, Kepala Sekolah, Mahasiswa, Aktivis, dan Pengusaha yang memiliki perhatian terhadap pengembangan olahraga.
Berikut susunan pengurus Federasi DragonShot Jawa Timur:
– Ketua Umum: Hj. Siti Rafika Hardhiansari, S.Si.
– Wakil Ketua I: Dr. Sunanto, M.Pd.
– Wakil Ketua II: Randika Asiani Wijaya, M.Pd.
– Wakil Ketua III: Lailatul Badriyah, M.Pd.
– Wakil Ketua Bidang Prestasi dan Kompetisi: Erafid Moardika, M.Pd.
– Sekretaris: Veronensi Ermayanti, M.Pd.
– Wakil Sekretaris: Hetty Dwi Bu Purwaningsih, M.Pd.
– Bendahara: Anita Wanodiya, M.Pd.
– Wakil Bendahara: Diane Soselisa, S.Pd.
Rapat formatur tersebut turut dihadiri Dr. Mohammad Faruk, Hj. Siti Rafika Hardhiansari S,Si, Dr. Sunanto, Veronensi Ermayanti M,Pd, Lailatul Badriyah M,Pd, Diane Soselisa S,Pd, Erafid Moardika M,Pd, Hetty Dwi Purwaningsih MP,d, Anita Wanodiya M,Pd, Alfiatun Assyifa, dan Adinda Ayundari Putri.
Sementara itu, sejumlah pengurus yang tidak dapat hadir secara langsung mengikuti jalannya rapat melalui Zoom Meeting. Di antaranya Randika Asiani Wijaya M,Pd, yang juga menjabat sebagai Sekretaris KONI Surabaya, serta Jainul dari kepengurusan DragonShot Probolinggo dan beberapa pengurus lainnya dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Keterlibatan pengurus dari beragam latar belakang profesi dan wilayah tersebut diharapkan mampu memperkuat koordinasi organisasi, memperluas jangkauan pembinaan, serta mendorong lahirnya atlet-atlet potensial.
Rafika Targetkan Olahraga DragonShot Jatim bisa Mendunia, Usai terpilih, Rafika menyampaikan terima kasih kepada jajaran Pengurus Pusat DragonShot dan pengurus Jawa Timur atas kepercayaan yang diberikan kepadanya.
Ia menegaskan kesiapannya untuk menjalankan amanah tersebut dengan mendorong pengembangan DragonShot agar semakin dikenal masyarakat dan mampu bersaing di tingkat internasional.
Rafika juga berharap DragonShot tidak hanya berkembang sebagai cabang olahraga baru, tetapi dapat menjadi sarana positif untuk membangun karakter generasi muda bangsa Indonesia.
“Terima kasih atas amanah dan kepercayaan yang diberikan oleh rekan-rekan Pengurus DragonShot Pusat dan Jawa Timur. Saya siap membawa olahraga DragonShot terus berkembang hingga go internasional,” ujar Rafika.
Ia menambahkan, olahraga memiliki peran penting dalam membangun kebiasaan hidup sehat sekaligus menanamkan nilai-nilai positif sejak usia dini.
“Harapan saya, semoga olahraga DragonShot ini menjadi sarana positif bagi generasi muda agar semakin rajin dan bersemangat berolahraga, sekaligus menanamkan nilai kebersamaan, disiplin, dan sportivitas sejak dini melalui olahraga baru ini,” tuturnya.
Dengan terbentuknya kepengurusan baru, Federasi DragonShot Jawa Timur diharapkan semakin solid dalam membangun ekosistem olahraga, memperluas sosialisasi ke sekolah-sekolah dan komunitas, serta membuka peluang prestasi bagi atlet daerah.
Kepemimpinan Rafika menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara pengurus, tenaga pendidik, komunitas, dan generasi muda demi menjadikan DragonShot sebagai olahraga yang semakin berkembang dan mampu mengharumkan nama Indonesia di pentas internasional.











