EJ – Persiapan tahap akhir Persebaya jelang bergulirnya Super League 2026/2027 dengan menjalani pemusatan latihan di Tailan sampai tanggal 27 Agustus 2026 nanti.
Pramusim Persebaya sudah dimulai dengan laga menghadapi PSIS Semarang lalu menjalani Piala Presiden menghadapi Persija, PSMS, Port FC, Arema FC dan Persib Bandung. Lalu ditutup menghadapi Penang FC.
Seluruh data dan catatan yang didapatkan selama sekitar sebulan preseason, akan dievaluasi dan diperbaiki selama di Thailand.
“Target kami di pemusatan latihan ini adalah mempersiapkan tim dengan intensitas yang tinggi,” kata Bernardo Tavares dikutip dari laman resmi klub
Pelatih asal Portugal tersebut juga melihat pemusatan latihan sebagai kesempatan untuk membangun hubungan yang lebih kuat antarpemain. Selama berada di Thailand, seluruh anggota tim akan menjalani aktivitas bersama dalam lingkungan yang lebih intens.
“Ketika berada di Indonesia, terkadang kami hanya bertemu saat latihan dan pertandingan. Di sini, para pemain bersama hampir 24 jam. Situasi seperti ini membuat hubungan antarpemain lebih mudah terbangun. Kami membutuhkan kebersamaan seperti sebuah keluarga, karena ketika menghadapi masa-masa sulit, kami membutuhkan satu sama lain,” kata Bernardo.
Kondisi tersebut dinilai penting bagi Persebaya. Kompetisi yang panjang akan menghadirkan berbagai situasi, termasuk masa-masa sulit yang membutuhkan kekuatan kolektif di dalam tim.
Sementara, pemilihan Thailand sebagai lokasi pemusatan latihan juga memiliki pertimbangan tersendiri. Coach Tavares ingin para pemain merasakan lingkungan baru sekaligus menghadapi tantangan yang berbeda dari rutinitas di Surabaya.
“Pemusatan latihan di negara yang berbeda juga memberikan motivasi baru bagi pemain. Lingkungan baru, lawan yang berbeda, dan suasana latihan yang berbeda akan membantu kami berkembang. Itu yang kami inginkan dari proses ini,” tandasnya.
Selain aspek fisik dan taktik, Coach Tavares memberikan perhatian besar terhadap mentalitas pemain. Menurutnya, membangun tim yang kuat membutuhkan pemain yang mampu memahami peran masing-masing sekaligus memiliki kemauan untuk berjuang bersama.
“Target lainnya adalah membangun mentalitas pemain agar mereka bisa memberikan lebih banyak untuk tim. Kami ingin mereka memahami arti menjadi pemenang sekaligus menjadi rekan setim yang baik,” pungkas Bernardo.










