EJ — Gelora persaingan Piala Soeratin Nasional U-13 di Ibu Kota Nusantara (IKN) semakin memanas. Di antara jajaran talenta muda berbakat yang tampil di lapangan hijau, nama Cristian Leonard mencuri perhatian sebagai salah satu sosok kunci di skuad Persebaya Surabaya U-13.
Lahir di Kota Pahlawan pada 16 September 2013, pemuda yang akrab disapa Cristian ini merupakan siswa kelas 7 dari SMP Labschool Unesa 3 Surabaya. Di tengah kesibukannya mengejar pendidikan formal, Cristian menunjukkan dedikasi luar biasa dalam meniti karier sebagai pesepak bola profesional sejak usia dini.
Dukungan Penuh Orang Tua
Perjalanan Cristian menembus skuad impian “Bajul Ijo” tidak terlepas dari proses panjang. Keterampilan bertanding, visi bermain, dan kedisiplinannya dibentuk melalui gemblengan akademi KSA (Keltjees Soccer Academy) lalu dilanjutkan ke klub Anak Bangsa klub internal Persebaya. Olah bola yang matang serta mental bertanding yang teruji membuat pelatih Persebaya U-13 tak ragu memasukkan namanya dalam barisan pemain pilihan.
Di balik performa impresifnya di lapangan, terdapat dukungan tak terhingga dari kedua orang tuanya, Benny Norman dan Heidy Monalisa. Restu dan motivasi keluarga menjadi dorongan terbesar bagi Cristian untuk tampil habis-habisan di setiap pertandingan.
Membawa Nama Surabaya di Panggung Nasional IKN
Bertanding di arena megah Ibu Kota Nusantara menjadi momen bersejarah dalam perjalanan karier muda Cristian. Membawa lambang Persebaya di dada di ajang bertengsi tingkat nasional seperti Piala Soeratin adalah kebanggaan tersendiri, sekaligus ajang pembuktian kualitas pesepak bola muda asal Surabaya.
Dengan semangat Wani khas Surabaya, kerja keras dengan kemauan yang tinggi serta dorongan doa dari orang tua dan sekolahnya, Cristian Leonard siap mengukir prestasi manis dan mengharumkan nama Persebaya U-13 di panggung sepak bola nasional!










