Harapan Bonita Kepada Manajemen dan Bu Wali untuk Persebaya

1328
bonita
Bonita. (Foto: Emosijiwaku.com)

Saya merasakan bagaimana mencintai Persebaya. Saya juga mengagumi kejayaannya. Saya bahkan rela melakukan apa saja untuk bisa mendukung Persebaya baik saat jaya maupun jatuh. Itu adalah sebagian yang saya rasakan saat berada di antara ribuan Bonek yang memadati area sekitaran gedung Pengadilan Negeri Surabaya pada 30 Juni 2016 lalu.

Bernyanyi bersama, berdiri saling berangkulan merupakan momen-momen yang selalu saya jumpai setiap ikut aksi bersama Bonek. Teriakan serta euforia kebahagiaan saya dapatkan saat mas Andie Peci membacakan hasil akhir gugatan PT Mitra Inti Berlian (PT MMIB) yang ditolak hakim dan memutuskan PT Persebaya Indonesia (PT PI) yang memenangkan merek dan logo Persebaya.

Allahu Akbar… Allahu Akbar… Ucapan syukur yang terus saya dengar dan lihat dari guratan bibir teman-teman Bonek dan Bonita. Tangis haru dan bahagia yang kami rasakan tak terbendung.

Apakah manajemen Persebaya dan Ibu Wali Kota masih meragukan keloyalan dan ketulusan kami sebagai Bonek?

Manajemen pernah mengatakan bahwa suporter hanya sebatas pemain keduabelas yang mendukung timnya saat bertanding dan selebihnya bukan urusan Bonek.

Diakui atau tidak, kami memang berada di luar dapur manajemen. Namun manajemen harus mengerti jika kami tahu segala kebobrokan dan banyaknya masalah di tubuh manajemen. Maka manajemen seharusnya berpikir bahwa ada yang salah di tubuhnya sendiri.

Hingga detik ini, saya tidak tahu bagaimana nasib Persebaya setelah menang. Apakah kami masih harus berurusan dengan manajemen yang itu-itu saja? Jika pacar saja bisa berganti dan menikah dengan pasangan yang tepat, sewajarnya manajemen pun bisa diganti dengan sosok-sosok yang lebih baik, muda, energik, dan mempunyai passion yang sama tentang sepakbola. Yaitu orang-orang yang ingin memajukan pesepakbolaan Indonesia dengan cara mencintai dan membuat Persebaya kembali berlaga dan berjaya. Bukan orang-orang yang hanya mencari untung.

Berbicara tentang sepakbola memang sesuatu yang sangat prospek jika dikaitkan dengan bisnis. Namun bisnis hendaknya dilakukan dengan cara yang masuk akal dan manusiawi. Karena Bonek rela mati untuk Persebaya maka manajemen hendaknya tidak hanya mementingkan bisnis dan keuntungan.

BACA:  Bonita Juga Berjuang Saat Gruduk Jakarta

Bagaimana dengan Ibu Wali Kota kita? Apa kabar ibu dari kami Bonek yang juga warga Surabaya. Semoga aksi di PN Surabaya perlahan-lahan membuat ibu membuka mata, telinga, dan hatinya untuk mau keluar dari rumah dinas. Lalu mempunyai niatan yang sama seperti kami, bertemu dan duduk bersama, mencari solusi demi kebaikan Persebaya.

Jangan berkata: “Aku gak paham bal-balan” atau “Wes talah gak usah abot ngurusi Persebaya, wong manajemenmu ae ngilang wayae Bonek-Bonek butuh bantuan dan jawaban”. Seharusnya, jika ibu menyadari kapasitas manajemen Persebaya tidak baik dan sengaja menghindar, sudah sepatutnya ibu mengambil alih. Namun bukan sepenuhnya memegang kekuasaan untuk selamanya, tetapi sampai suasana Persebaya benar-benar kondusif.

Harapan kami, Persebaya kembali hidup. Melalui ibu, Persebaya bisa mendapatkan investor yang mau membeli saham Persebaya.

Kami sadar jika kami tidak langsung lahir dari rahim seorang ibu kemudian langsung menjadi suporter. Andik Vermansyah tidak langsung menjadi pemain top melainkan melalui proses panjang dengan latihan dan latihan. Sama seperti ketakutan ibu yang buta akan sepak bola. Semua bisa paham dan tahu sepak bola dengan belajar dari dasar. Jika Ibu memegang kendali Persebaya untuk saat ini, saya pikir tokoh-tokoh sepak bola Surabaya, mantan pemain Persebaya, dan kami tidak akan diam saja. Namun kami akan membantu ibu memahami dan mencintai Persebaya agar segalanya terlihat lebih mudah dan asyik.

Seperti kekecewaan dan amarah Ibu Wali ketika sebuah taman rusak akibat terinjak-injak, sontak masyarakat Surabaya memberikan dukungan agar Ibu tetap tenang melalui surat pembaca di media cetak ataupun sosial media. Tapi kami akan memberikan dukungan nyata jika Ibu Wali mau memegang kendali Persebaya. Wani?