Indah Putri, Bonita yang Ingin Mengubah Citra Bonek

Bonita. Foto: Indah Putri
Iklan

EJ – Hadirnya Bonita di sebuah laga Persebaya tentu menjadi daya tarik tersendiri bagi Bonek. Seperti Bonita yang memiliki banyak cerita ini. Bertempat tinggal di sekitar Gelora 10 Nopember hingga saat ini, tentu bukan hal yang asing mendengar kata Bonek dan Persebaya. Wanita yang memiliki nama Indah Putri ini menonton pertandingan Persebaya dengan keluarga, itulah salah satu alasan juga kenapa dia duduk di tribun VIP.

Bonita. Foto: Indah Putri

Tak jarang juga dia duduk di tribun ekonomi bersama teman-temannya. “Kebanyakan nonton dengan keluarga sih sekalian memperkenalkan Persebaya,” ungkap Bonita yang akrab disapa Puput tersebut. Dia bercerita bahwa selama Persebaya masih bermain di Gelora 10 Nopember, Puput dan keluarganya takut untuk menonton laga-laga Persebaya karena sering terjadi kerusuhan. Dia menganggap bahwa kapasitas stadion Gelora 10 Nopember yang kecil menjadi salah satu penyebab kerusuhan tersebut.

“Tahun lalu (2017), saya mulai ke GBT. Dan saya melihat kondisinya lebih kondusif dibanding Gelora 10 Nopember. Di saat itulah saya ingin memperkenalkan kepada keluarga dan mengajak mereka untuk menonton Persebaya. Sekaligus membuktikan bahwa Bonek tidak seperti dulu, Bonek tidak urakan, dan Bonek tidak anarkis seperti yang kalian-kalian pikirkan,” cerita Puput kepada EJ pagi tadi (8/8)

Bonita. Foto: Indah Putri

Bonita yang satu ini juga sering melihat pertandingan Persebaya ketika melakoni laga tandang. Seperti ketika di Bandung saat Liga 2, Bantul, Sleman, Solo, dan masih banyak lagi hingga dia lupa untuk mengingat momen-momen tersebut. “Itu pun berdua (dengan Ibu), kadang juga sama teman-teman,” tuturnya.

Iklan

Salah satu yang pangalaman away yang paling berkesan menurut Puput ialah saat pertama ke Bantul menonton laga Persebaya menghadapi PS TIRA.

Berangkat dari Bungurasih naik Bus jam 1 dini hari dengan Ibunya, mereka dijemput teman-teman Bonek yang telah sampai terlebih dahulu di Bantul. Saat kepulangan menuju Surabaya dengan menggunakan kereta, Puput mendapat kabar bahwa mobil teman-teman Bonek penyok akibat ulah oknum.

“Di saat itu saya gak bisa tidur. Saya merasa ikut merasakan Bonek dan Bonita yang di-sweeping saat itu,” ceritanya.

Bonita. Foto: Indah Putri

Puput terbilang memiliki rasa untuk ingin merubah image dari Bonek-Bonita. Dia selalu memperkenalkan Persebaya kepada teman-temannya yang tak pernah lihat langsung ke stadion dengan alasan takut. Dengan begitu, tak ada lagi yang berperasangka buruk tentang Bonek-Bonita, dan tidak ada lagi yang menilai seenaknya.

Wanita yang lahir 24 tahun silam itu berharap agar Persebaya mendapatkan hasil yang maksimal lagi di laga selanjutnya. Bermodal mental pasca menang dari Bali United semalam (7/7), akan membuat Persebaya lebih semangat dalam membawa pulang poin penuh saat bertandang ke PTIK melawan Bhayangkara FC yang rencananya akan diselenggarakan 11 Juli mendatang. (don/ets)

Komentar Artikel

Iklan

No posts to display