Tak Menuntut Jadi Voter, Manajemen Khawatir PSSI Berubah Pikiran

EJ – Manajemen telah berupaya meminta PSSI menjadikan Persebaya sebagai voter jauh sebelum KLB (Kongres Luar Biasa) Agustus lalu. Namun, upaya itu tidak berhasil. Meski begitu, Persebaya tetap menjadi peserta kongres dengan status sebagai peninjau. Hal tersebut diungkapkan petinggi PT PI (Persebaya Indonesia) Kardi Suwito di tengah-tengah tuntutan Bonek kepada PSSI agar Persebaya menjadi voter.

Kardi khawatir federasi sepak bola tanah air itu berubah pikiran jika Persebaya menuntut secara keras. “Saat ini kami tetap berjuang tapi tidak secara terbuka. Kami berjuang secara soft karena jangan sampai PSSI berubah pikiran yang akhirnya persebaya diputus tidak ikut kompetisi,” ucapnya.

Sesuai janji Exco Persebaya akan disahkan untuk dapat ikut kompetisi sepak bola nasional strata Divisi Utama.

“Jika melihat urutan acara pengesahan Persebaya, itu dilakukan sebelum acara pemilihan. Saat ini kami harus menjalin hubungan baik dengan semua stakeholder baik Pemerintah maupun PSSI, termasuk para voter,” ujar pemilik PS Pelabuhan III ini.

Jika Persebaya disahkan kembali menjadi anggota PSSI, klub Kota Pahlawan ini akan menjadi voter pada kongres tahun depan.

“Undangan yang kami terima hanya sebagai peninjau yang menyaksikan pengesahan. Semoga berjalan dengan lancar dan sesuai harapan,” tambahnya.

Manajemen Persebaya saat ini fokus mengembalikan keanggotaan Persebaya dan bisa ikut kompetisi resmi.

Pada kesempatan ini, manajemen juga mengapresiasi rencana Bonek yang akan mengadakan Gruduk Jakarta jilid 2. “Kami apresiasi perjuangan Bonek, manajemen, dan semua lapisan masyarakat yang mempunyai perhatian sangat tinggi kepada Persebaya. Semoga perjuangan yang selama ini dilakukan menjadi terwujud,” imbuh pria yang menjadi Direktur Bisnis dan Pengembangan Usaha PT PI.

BACA:  Persebaya Terima Undangan Kongres PSSI

Kardi berharap antara manajemen dan Bonek satu misi dan visi untuk memperjuangkan Persebaya. (iwe)