Persebaya Berlaga, Kuota Suporter Tim Tamu Jadi Sorotan

171
Aksi Bonek di GOR Pajajaran. (Foto: Joko Kristiono/EJ)

EJ – Segera bertandingnya Persebaya pada Liga 2, April mendatang, menjadi perhatian Bonek, terutama pada laga-laga away. Sudah menjadi rahasia umum, jika bermain di luar kandang, Bonek dari seluruh penjuru Jatim dan luar Jatim akan berbondong-bondong menuju stadion tempat laga Persebaya digelar.

Diprediksi jumlah Bonek yang melakukan awaydays akan sangat banyak. Mengingat telah lama Bonek tidak menyaksikan Persebaya.

“Sebaiknya panpel klub lawan perlu menaruh perhatian lebih terhadap membludaknya Bonek mendukung Persebaya, mulai dari tempat penyelenggaraan, keamanan, dll,” kata Gerson Sumolang, Bonek yang juga pengurus FP Pemerhati Sejarah Persebaya kepada EJ (25/1).

Kapasitas stadion-stadion yang dipakai klub peserta Liga 2 juga menjadi sorotan. Jumlah Bonek yang datang diperkirakan melebihi kapasitas. Dan ini tentu memunculkan masalah yang akan dihadapi panpel.

Gerson mengharapkan panpel klub lawan mampu melahirkan solusi bijak dalam mengelola luapan dari suporter Persebaya.

“Panpel bisa menggelar nobar menggunakan layar lebar di sekitar area luar stadion. Lebih baik lagi bila panpel bisa membuat fanzone di mana berbagai kegiatan menjelang pertandingan berlangsung. Atau mengadakan acara meet and greet, bazaar, atau workshop,” ujar pentolan Bonek Gresik ini.

Sejatinya, peraturan mengenai kuota untuk suporter tamu sudah ada di manual liga yang diatur PSSI. Pada turnamen Indonesia Soccer Championship (ISC), kuota untuk suporter tamu ditetapkan sebesar 5 persen dari kapasitas stadion.

Jumlah tersebut jika diterapkan saat Persebaya berlaga tandang tentu tidak mencukupi. “Semoga 2017 kuota bisa ditambah,” tambah Gerson.

Pria yang juga penyiar Radio AB1927 ini mengatakan jika peraturan mengenai kuota bagi suporter tamu harus disosialisasikan kepada Bonek. Panpel diharapkan mengumumkan kuota untuk Bonek.

BACA:  Kurniawan DJ: Selamat Datang Kembali Persebaya

“⁠⁠⁠Mengumumkan kuota untuk suporter tamu memang lebih baik guna mengedukasi suporter tentang pentingnya mengelola kapasitas sebagai upaya menciptakan kondusifitas demi kelancaran jalannya pertandingan,” ujarnya.

Semua komunitas Bonek diharapkan mengetahui peraturan tentang kuota suporter tamu. “Dengan diketahuinya peraturan tersebut diharapkan ada kesadaran dari suporter untuk tidak melakukan tindak pemaksaan masuk stadion dengan merusak atau menjebol pintu masuk stadion yang dapat berakibat jatuhnya hukuman dan sanksi dari PSSI kepada klub yang dicintainya”.

Saat ini, Bonek sedang giat berkampanye agar citra mereka kembali baik. Koordinasi antar Bonek juga perlu dilakukan. Semua muaranya menuju perbaikan Bonek secara menyeluruh.

Gerson berharap agar Bonek meningkatkan koordinasi internal (Bonek beserta keluarga besarnya di seluruh Indonesia dan juga dengan persebaya) dan koordinasi eksternal (Bonek dengan suporter tuan rumah dan panpel dari klub lawan). (iwe)