Gelar Tasyakuran, Bonek Malaysia Harap Persebaya Main di Negeri Jiran

176
Acara syukuran yang digelar Bonek Malaysia.

EJ – Euforia kegembiraan Bonek merayakan kembalinya Persebaya berlaga di Liga Indonesia masih terasa hangat hingga kini. Terbukti kemarin (28/1) giliran Bonek yang berada di Negeri Jiran mengadakan acara tumpengan pasca keputusan kongres PSSI di Bandung 8 Januari lalu. Malahan acara ini digelar di dua tempat yang berbeda.

Koordinator acara, Slamet Haryono, menceritakan bahwa acara tumpengan digelar dalam rangka mensyukuri kembalinya Persebaya ke pentas sepakbola nasional. Masing-masing dilaksanakan di Kuala Lumpur dan Johor Bahru yang bertepatan dengan hari cuti panjang anggota Bonek Malaysia. Tidak kurang dari 60 orang bonek hadir dalam acara di dua kota yang berjarak 350 Km ini.

”Ya intinya kami Bonek di Malaysia bersyukur dengan kembalinya Persebaya. Walaupun hasil keputusan PSSI jauh dari ekspektasi kami, yaitu wajib main di kasta yang tertinggi sesuai dengan statuta PSSI. Namun kita juga tidak boleh terlena dengan euforia ini, karena perjuangan mengawal Persebaya tidak akan pernah berakhir,” jelas pria yang bekerja di Johor Bahru ini.

Selain itu, Yono menambahkan bahwa dirinya berharap agar manajemen Persebaya dapat melakukan perubahan yang signifikan terhadap sistem pengelolaan di dalam tubuh klub asal Surabaya itu. Katanya, paling tidak dapat menyamai profesionalisme klub Malaysia yaitu Johor Dahrul Takzim dari berbagai aspek, dan terbukti telah memiliki lisensi klub profesional dari AFC.

Hal senada juga diharapkan oleh Roffi, koordinator acara di Kuala Lumpur. Ia berharap Persebaya dapat menaikkan levelnya menjadi klub proffesional, hal ini akan menambah value klub di mata klub-klub di luar Indonesia. Bahkan tidak menutup kemungkinan di Persebaya akan kerap dilirik klub-klub di Asia untuk menjadi lawan laga persahabatan atau sebagai klub yang terpilih untuk mengikuti turnamen regional.

”Kami ingin menyaksikan Persebaya bermain di Malaysia dalam pertandingan apapun. Baik itu persahabatan, peserta turnamen atau turnamen resmi dari AFC. Karena sulit bagi kami untuk mendukung langsung ke Indonesia. Apalagi Persebaya juga pernah bermain melawan tim Negeri Sembilan, Kelantan, dan Timnas Malaysia pada tahun 1955. Dan kami melihat banyak warga lokal yang ingin juga melihat Persebaya bermain disini,” ulas bujang asal Bojonegoro ini.

Tak hanya tasyakuran, acara juga diisi dengan futsal, ramah tamah serta diskusi mengenai persiapan menjamu teman teman suporter Indonesia yang hadir saat event Sea Games 2017 Agustus nanti. (*)