Dua Pemain Muda Potensial Ikuti Seleksi Persebaya

Fani Aulia (kiri) dan Irfan Afandi. (Foto: Joko Kristiono/EJ)

EJ – Mulai hari ini (6/2), Persebaya menggelar seleksi tahap ketiga. Seleksi dilakukan untuk mencari skuad Persebaya untuk Liga 2 musim 2017. Seleksi ini diikuti 22 pemain yang dinyatakan lolos seleksi tahap dua. Tak hanya mereka, ada dua bintang muda yang bergabung dalam sesi latihan bersama Mat Halil dkk di Lapangan Persebaya, Karanggayam, Senin (6/2) pagi.

Dua wajah baru yang merupakan undangan dari manajemen adalah Muhammad Fani Aulia dan Irfan Afandi. Keduanya sudah tiba di Surabaya sejak Minggu (5/2).

Berposisi sebagai winger kiri, Muhammad Fani Aulia masih berusia 21 tahun. Dia moncer saat membela Persiraja Banda Aceh. Pemain asal Pidie ini pernah membela Pidie United, PORA Pidie, dan PS Corolla Tijue.

Sedangkan Irfan Afandi, akan memanaskan seleksi memperebutkan tempat di lini depan. Pada posisi ini, pemain yang ikut seleksi adalah striker senior Rachmat Afandi, serta penyerang lokal Irsandi Zulmi.

Irfan menjadi bagian dari sejarah baru sepak bola Sulawesi Selatan pada perhelatan PON XIX/2016 di Jawa Barat. Ia turut andil mengantarkan Sulawesi Selatan melaju ke babak final, sebelum akhirnya kalah adu penalti dari tuan rumah. Ini prestasi tertinggi Sulsel yang diraih di ajang empat tahunan itu. Terakhir Sulsel meraih medali perunggu pada PON 1977.

Irfan Afandi dan M. Fani Aulia merupakan rekomendasi dari pelatih kepala Iwan Setiawan. ”Keduanya masih muda, di bawah 25 tahun. Namun, punya talenta pada posisi yang kami butuhkan. Bersama tim pelatih, kami akan mengevaluasi apakah mereka memang pantas direkrut,” ujar Iwan Setiawan.

Sesi latihan hari pertama pada pekan kedua Februari ini diikuti total 24 pemain. Jumlahnya menyusut dibandingkan pekan sebelumnya. Itu karena tim pelatih telah memangkas sedikitnya 12 pemain.

BACA:  Rachmat Latief Resmi Gabung, Lini Belakang Persebaya Kian Kokoh

”Kami sangat berterimakasih kepada mereka yang sudah bersedia bekerja keras memberi kemampuan terbaiknya selama ini. Para pemain yang tercoret tidak jelek, semua ini karena ada regulasi yang membatasi. Selain itu harus kami sesuaikan dengan kebutuhan tim untuk mengarungi kompetisi,” ujar Choesnoel Farid, manajer Persebaya. (iwe)