Whose Rules More Powerfull?

EJ – Semua berhak berbuat apa saja. Sejatinya, setiap manusia itu merdeka bisa menentukan apa yang ia mau. Termasuk juga suporter. Mereka bisa melakukan apa yang mereka mau. Meskipun ada peraturan yang melarang mereka berbuat sesuatu, mereka bebas mengikuti atau melanggarnya.

Kebebasan melakukan apapun juga bisa dijalankan panitia pelaksanaan pertandingan (panpel). Mereka tentu berhak membuat aturan yang dirasa bisa membuat jalannya pertandingan lancar. Meski suporter berteriak “Our Tribun, Our Rules”, panpel juga bisa berteriak hal yang sama, “Our Stadium, Our Rules”. Jelas, karena stadion yang digunakan untuk pertandingan berada dalam kekuasaan panpel. Mereka mengeluarkan biaya sewa yang sangat besar untuk bisa menggunakannya. Dan peraturan-peraturan apa yang panpel terapkan tentu berdasar apa yang ditetapkan PSSI selaku federasi sepak bola tertinggi di tanah air. Selain dari aturan internal berdasar pertimbangan pihak keamanan.

Suka-tidak suka, PSSI-lah yang mempunyai liga. Persebaya berkompetisi di bawah bendera PSSI. Suporter atau manajemen klub berhak protes jika ada peraturan yang merugikan. Namun, keputusan tertinggi ada di tangan PSSI. “Our League, Our Rules”, itu yang mungkin dikatakan PSSI jika ada yang masih menolak peraturan yang ditetapkan.

So, whose rules more powerfull? Peraturan siapa yang paling kuat?