Perjuangan Bonek adalah Perjuangan Pemuda Menuntut Hak-Haknya

bonek
Foto: bola.liputan6.com

Bung Karno pernah berkata “Beri aku sepuluh pemuda, maka akan ku guncangkan dunia!”. Seruan itu membuktikan jika peranan pemuda sangat penting bagi sebuah bangsa.

Kemerdekaan Indonesia juga tidak luput dari peran pemuda. Api semangat anak muda semakin membara ketika fatwa tentang Resolusi Jihad dicetuskan pendiri Nahdlatul Ulama (NU), K.H Asyim Asy’ari. Pemuda menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan kemerdekaan.

BACA:  Ultah Bonek Revolution, Undang Anak Yatim di Mess Karanggayam

Begitu juga orasi Bung Tomo di radio yang membakar semangat arek-arek Suroboyo melawan Inggris. Dan pada akhirnya, kemerdekaan berhasil dimiliki Indonesia.

Di era reformasi, para pemuda terlibat dalam aksi massa menuntut lengsernya Presiden Soeharto yang memimpin Indonesia lebih dari 30 tahun dan terkenal otoriter. Puncaknya ketika ribuan pemuda berhasil menduduki gedung DPR dan berujung pada mundurnya Soeharto dari jabatannya.

BACA:  Tak Sediakan Giant Screen, Penonton Tak Bertiket Dilarang Datang

Aksi massa yang melibatkan ribuan pemuda juga pernah dilakukan arek-arek bonek yang menuntut Persebaya (asli) kembali ikut berkompetisi. Setidaknya, ada dua aksi massa menuntut bangkitnya Persebaya (1927).

Pertama, aksi massa mendatangi gedung DPRD Surabaya meminta agar mereka dimediasi dengan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini agar Persebaya (1927) mendapat pengakuan PSSI.

Halaman 1 2

Komentar Artikel