Tak Ada Yang Lebih Indah Selain Persebaya

tambaksari
Foto: stadion-nusantara.blogspot.com

Di tahun 2004, seorang bocah kecil terlihat gelisah. Menunggu bapaknya yang sudah berjanji mengajaknya untuk menonton pertandingan Persebaya secara langsung di stadion. Bocah tersebut tak lain dan tak bukan adalah saya.

Hingga akhirnya pukul setengah dua, bapak datang. Saya pun langsung menagih janjinya. Alangkah terkejutnya saya mendengar beliau menunda janjinya. Tak ayal, saya yang waktu itu masih duduk di kelas 6 Sekolah Dasar, langsung menangis. Karena hari itu adalah hari yang sangat saya nantikan. Bapak saya yang mulai tak tahan dengan rengekan saya, akhirnya memutuskan berangkat ke Stadion Gelora 10 November Tambaksari.

BACA:  Lawan Madura United, Bonek Dapat Kuota 1000 Tiket

Dengan mengendarai motor, saya berangkat bertiga dengan kakak saya yang umurnya selisih satu tahun. Di perjalanan, saya sangat antusias melihat banyaknya bonek yang berbondong-bondong datang ke stadion. Mereka berangkat berkelompok dengan atribut lengkap, menguasai jalanan hanya untuk melihat tim kebanggaan mereka bertanding. Tak sabar rasanya untuk segera sampai di stadion yang berkapasitas 35 ribu penonton tersebut

BACA:  Konpers Rene Alberts: Kalkulasi Juara, Tak Ada Satu pun Pemain PSM Dipanggil Timnas

Saat pertama kali masuk stadion, saya berpikir betapa kuno dan lapuknya stadion ini. Tetapi yang tak bisa dipungkiri dari stadion ini adalah atmosfernya. Sungguh terasa luar biasa.

Halaman 1 2 3

Komentar Artikel