Serial Ferril Hattu (6-Habis): Barisan Depan Perjuangkan Nasib Persebaya

Ferril Hattu.
Iklan

Banyak yang tak tahu bahwa sebenarnya Ferril Hattu pernah berkostum Persebaya. Sehingga, dia pun termasuk di barisan depan dalam memperjuangkan nasib Green Force.

***

Orang mungkin hanya tahu bahwa klub yang dibela Ferril Raymond Hattu adalah Petrokimia Putra Gresik. Itu wajar karena dia termasuk salah satu pemain yang ada saat klub tersebut berdiri pada 1987.

Ferril juga pensiun di klub berjuluk Kebo Giras tersebut dan menjadi pelatih di sana. Padahal, awal karir dia dimulai dari Persebaya Junior dan bahkan pernah berkostum Persebaya saat senior.

Iklan

Setelah pensiun sebagai pemain dan pelatih karena konsentrasi sebagai karyawan Petrokimia, sebenarnya Ferril selalu bersinggungan dengan Persebaya. Kok bisa?

”Saya pemilik klub internal HBS sekaligus pengurus Persebaya di bidang pembinaan,” ungkapnya.

Dia dikenal juga ada di barisan depan saat Persebaya berjuang kembali untuk diakui oleh PSSI. Ya, sebelumnya Green Force dikeluarkan dari induk organisasi sepak bola di tanah air tersebut pada 2013.

”Saya memperjuangkan kebenaran. Dan saya akan selalu mengawal Persebaya,” terang lelaki 54 tahun tersebut.

Selain itu, kini dia juga sering ke lapangan hijau lagi. Hanya, bukan bermain atau melatih.

”Sejak 1997 saya belajar golf. Sabtu dan Minggu pagi, saya lebih banyak bermain golf sekarang,” lanjut bapak tiga anak tersebut.

Prestasinya di lapangan golf tak bisa dipandang sebelah mata. Di rumahnya di Nginen Intan, Surabaya, piala, trofi, dan medali dari cabang olahraga tersebut terpajang rapi dalam sebuah rak.

Bahkan, itu mengalahkan piala dan medali di cabang sepak bola  yang telah mengharumkan namanya. Piala dan medalinya tak ada di ruang tamu.

”Kalau itu, saya harus mencarinya lagi. Tapi masih ada hanya butuh waktu kalau mau lihat,” jelas Ferril.

Darah sepak bola Ferril juga tak ada yang menetes kepada anaknya. Apalagi, kedua anaknya adalah perempuan.

Ya, dari pernikahannya dengan Nurul Hasanah, Ferril dikarunai tiga anak. Dua perempuan tersebut adalah Nadia Ferasantia yang lahir pada 1994 dan Neysa Feralda (1998). Serta satu laki-laki Faykel Nichandro (1996).

”Sebenarnya yang cowok pernah ikut sepak bola. Hanya, lututnya sakit sehingga dia memilih olahraganya basket,” pungkas Ferril. (Tamat)

Komentar Artikel

Iklan

No posts to display