Persebaya Aku Sayang Kamu

18 juni 2017 nanti genap sudah usiamu menjadi 90 tahun. Untuk ukuran manusia, angka tersebut sudah sangatlah tua dan renta. Limpahan gelar, predikat klub terbaik di Indonesia, klub penyumbang pemain timnas terbanyak, tim pertama yang juara 2 kali Ligina bahkan ketika statusmu tak diakui dan berusaha dimatikan pun sudah pernah dialami hingga sekarang bangkit lagi dan memberikan euforia tersendiri di persepakbolaan nasional.

BACA:  Antara Distribusi Tiket dan Berkumpul untuk Maksimalkan Energi Positif Bonek

Persebaya di era kini jauh lebih mapan dibanding beberapa tahun silam. Masuknya Jawa Pos sebagai investor menjadi titik balik kebangkitan klub kebanggaan warga kota surabaya tersebut. Seolah menjadi juru selamat bagi Persebaya, Jawa Pos yang merupakan salah satu perushaan media massa terbesar di Indonesia perlahan mulai menjawab berbagai persoalan yang ada di tubuh persebaya era sebelumnya. Pelunasan hutang gaji pemain yang mencapai Rp 6,7 miliar, renovasi lapangan Karanggayam yang notabene menjadi tempat munculnya bibit-bibit muda potensial seperti Andik Vermansyah dan yang terbaru Evan Dimas Darmono, pergantian struktur pengurus yang lebih profesional dan berkompeten, hingga “branding” klub sepak bola yang bisa dibilang mewah dan menjual meskipun hanya berlaga di Liga 2 nasional.

Halaman 1 2 3

Komentar Artikel