Masuknya Alfredo Vera dan Efek “Wani” di Tubuh Persebaya

Namum permainan Persebaya sangat berubah saat melawan Madiun Putra di Stadion Wilis. Dengan memainkan Abdul Azis ke posisi aslinya (bek kanan) dan Abu Rizal Maulana ke posisi aslinya (Gelandang), nampak permainan cepat dan sedikit keras dapat mengimbangi pemain-pemain Madiun Putra yang secara rata-rata postur lebih besar dari pemain-pemain Persebaya.

Dengan adanya M. Hidayat sebagai Ball Winning Midfielder serta Misbakhus Solikhin, dan Abu Rizal Maulana sebagai Box-to-box Midfielder, Persebaya mampu menguasai Ball Possesion. Beberapa kali Abu Rizal berduel dengan pemain-pemain Madiun Putra, mengingat di pertandingan-pertandingan sebelumnya pemain-pemain Persebaya belum berani melawan permainan keras lawan. Jadi dengan memainkan pemain-pemain di posisi aslinya, permainan Persebaya semakin hidup dan mampu mengimbangi permainan keras lawan.

BACA:  Tanpa Sentuh Bola, Debut Adam Berakhir Manis

Pengaruh Bonek

Pada dua pertandingan away melawan PSBI dan Persinga, Persebaya bermain tanpa disaksikan Bonek. Absennya Bonek dari dalam stadion tidak mengurangi kekreatifan mereka untuk tetap mendukung Persebaya. Bonek tetap hadir di Stadion Sultan Agung dan Stadion Ketonggo namun hanya sebatas dari luar stadion.

Halaman 1 2 3 4

Komentar Artikel