Menabung, Solusi Nonton Persebaya Tanpa Estafet

Penulis (kiri) saat estafet ke Gunung Merbabu, Boyolali-Salatiga pas weekend.

Tanpa mengesampingkan dulur-dulur pejuang estafet, dulu aku pribadi juga pernah merasakan estafet. Banyak cerita dari estafet apalagi tentang kebersamaan. Tapi perlahan estafet mulai ku tinggalkan sejak awal masuk kuliah. Karena aku mulai memahami betul apa arti peribahasa “Bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian”.

Ya, awal rilis jadwal Persebaya aku lingkarin kalender. Hanya bertujuan untuk mengukur berapa uang yang ditabung tiap harinya untuk Persebaya Days apalagi saat away. Away luar kota, luar provinsi, luar pulau, Alhamdulillah bisa naik kendaraan umum yang nyaman.

Bagi orang lain yang melihatnya mungkin merasa banyak duit. Padahal aku bisa away dengan nyaman tersebut karena tiap harinya, di kos-kosan makan mie, tempe dari beli sendiri, beras bawa dari rumah, dan dimasak sendiri, yang penting kenyang. Karena aku punya prinsip lebih baik hari ini, besok, dan beberapa hari ini aku sudah, makan gak enak, yang penting saat away aku bisa makan tanpa harus merepotkan tuan rumah, jalan-jalan ke wisata terdekat stadion tuan rumah.

Perlunya banyak edukasi ke teman-teman lain khususnya yang masih sekolah, tentang bagaimana menyiapkan segala sesuatu dengan terencana bukan serba instan di saat hari H. Tidak hanya berlaku saat awaydays tapi dalam hidup kita. Karena apa yang kita inginkan tidak bisa didapat secara instan.

Alhamdulillah, kini Bonek-Bonek sekitar kampung mulai bisa menata diri menyiapkan segala sesuatu untuk Persebaya Days. Bukan berarti kita meninggalkan kultur yang pernah ada. Toh aku masih juga estafetan, itu juga kepepet saat mau ingin naik gunung pas weekend, angkutan umum banyak yang full penumpang mudik. Estafet dibutuhkan jika tak ada kendaraan saat weekend. Tapi lebih baik lagi tidak memaksakan diri untuk berangkat.

Mari kita edukasi perlahan ke kawan-kawan sekitar kita. Luwih apik susah saiki ketimbang susah pas mbonek. Luwih apik susah pas bujang ketimbang susah pas wis duwe keluarga.

Untuk membudayakan kegiatan menabung di kalangan Bonek, manajemen Persebaya bisa bekerjasama dengan lembaga simpan pinjam. Tujuannya untuk membantu anak-anak sekolah untuk belajar nabung. Dan yang kerja atau belum kerja untuk menggadaikan barang dengan bunga yang ringan yang tidak seperti bunga bank (*)

Facebook Comments