Mengintip Kekuatan Arema FC

Iklan

Pada akhir minggu ini, Jawa Timur akan membara dan sumbernya berasal dari Gelora Bung Tomo, Surabaya. Minggu, 6 Mei 2018 nanti, Persebaya dijadwalkan menghadapi Arema FC pada sebuah classic derby of East Java. Duel ini selalu dinanti bukan hanya oleh Bonek ataupun Aremania, namun oleh seluruh pecinta sepak bola nasional. Hari itu akan menjadi semacam hari besar, bukan hanya untuk suporter, namun juga oleh seluruh komponen pertandingan. Mulai dari panpel, pihak keamanan, pedagang asongan, pengusaha transport, dan lain-lain, semua dengan tujuan dan harapannya masing-masing. Pun demikian khususnya kita para pendukung Bajul Ijo, Bonek di seluruh penjuru dunia, harapannya hanya satu yaitu kemenangan di Minggu nanti, titik.

Menarik kita telaah sejenak calon lawan di laga besar ini, Arema FC. Pada kompetisi kali ini tim Singo Edan mengalami perubahan yang cukup signifikan di dalam timnya. Mulai dari pergantian pelatih, pemain, sampai dengan mendatangkan pelatih fisik asing yang konon ditujukan untuk melengkapi kekurangan musim lalu, berupa kondisi kebugaran pemain yang turun rata-rata sejak menit ke-70.

Uniknya, kompetisi uji coba yang diikuti untuk mengarungi Liga 1 2018 sama dengan yang diambil Persebaya. Mereka juga mengikuti Piala Presiden (sama-sama terhenti di perempat final) dan juga Piala Gubernur Kaltim. Pada gelaran di Kalimantan Timur ini bahkan Persebaya sempat bertemu dengan Arema FC pada babak semifinal. Bertempat di stadion Palaran, Samarinda, para Bonek tentu masih ingat bagaimana Arema FC bermain cukup efektif dalam menghadapi penguasaan bola serta serangan bertubi-tubi Persebaya. Mereka sabar menanti celah dan akhirnya menang 2-0 melalui gol yang dicetak oleh Thiago Furtuoso dan Hanif Sjahbandi.

Pada kompetisi Liga 1 2018, Arema FC sempat terseok-seok di awal kompetisi. Setelah meraup 1 poin di laga kandang pembuka melawan Mitra Kukar (seri 2-2), tim kebanggaan kera ngalam ini berturut-turut menelan kekalahan pada dua laga away melawan Persija dan Borneo FC (masing-masing 3-1 dan 2-1). Mereka setelahnya kembali bermain kandang dan di tahan seri Persib 2-2. Kemudian tandang ke Pamekasan untuk menghadapi Madura United dan berakhir dengan kemenangan tuan rumah 3-2. Yang terakhir, Arema FC akhirnya dapat meraih kemenangan pertama setelah menpercundangi pimpinan klasemen sementara Persipura dengan skor 3-1. Ini menjadi sinyal bagi Persebaya yang dihuni banyak pemain dari Papua, sama dengan Persipura.

Iklan

Ada beberapa catatan menarik dari tim Singo Edan setelah melalui 6 pertandingan. Arema FC selalu mencetak gol di setiap laga, baik itu home atau away. Ini memperlihatkan tajamnya lini serang mereka dan juga menjadi catatan bagi lini pertahanan Persebaya, yang pada laga home sejauh ini hanya berhasil mencatatkan cleansheet ketika menghadapi Perseru di pertandingan perdana. Dari daftar pencetak gol, sampai saat ini Thiago Fortuoso menjadi pemain yang paling berbahaya dengan 3 gol. Sang penyerang ini jugalah yang membobol gawang Bajul Ijo di pertemuan terakhir mereka di Piala Gubernur Kaltim. Lini serang juga menjadi catatan bagi Persebaya, di mana di setiap laga home sampai saat ini, mereka hanya mampu mencetak 1 gol di setiap pertandingan. Lini pertahanan Arema FC juga memiliki sisi unik, di mana selalu kebobolan di atas menit ke-70 di semua pertandingan yang sudah dilalui.

Sisi perhatian lainnya adalah, sama seperti coach Alfredo Angel Vera, coach Joko Susilo juga masih meraba-raba komposisi tim. Bahkan saya melihat perubahan demi perubahan yang diperlihatkan Arema FC cukup ”radikal”. Jika Persebaya cukup ”royal” melakukan rotasi di lini belakang dan tengah, namun konsisten di penjaga gawang dan penyerang, serta selalu menerapkan formasi yang sama 4-3-3, Arema bahkan sudah merotasi semua lini dari penjaga gawang, sampai dengan penyerang. Bahkan coach Joko Susilo tidak ragu mengganti formasi tim, dari 4-3-3, menjadi 4-4-1-1 atau bahkan 3-5-2. Catatan lainnya yang juga cukup menarik adalah di empat pertandingan terakhir, Arema mampu berada di posisi unggul menghadapi lawan-lawannya sebelum akhirnya kalah (melawan Borneo dan Madura United), seri (melawan Persib) atau yang terakhir menang melawan Persipura.

Dari ulasan-ulasan dan catatan-catatan di atas, dari sisi teknis Persebaya benar-benar akan menghadapi lawan yang tidak ringan, di mana grafik Arema FC sedang dalam keadaan naik. Dari sisi motivasi, mereka pun pasti punya keinginan untuk mempermalukan Bajul Ijo di hadapan pendukungnya sendiri. Dalam situasi ini, sejenak saya merasa bahwa atmosfer pertandingan derby Jatim ini mungkin dapat disejajarkan dengan atmosfer derby-derby dunia seperti Manchester United-Liverpool, atau Ajax Amsterdam-Feyenoord Rotterdam atau Benfica-FC Porto, dan lain-lain. Sarat gengsi, sarat emosi dan sarat prestige dalam membawa kebanggaan masing-masing klub.

Coach AV harus mampu mengambil pelajaran dari pertandingan-pertandingan sebelumnya (terutama pertandingan terakhir melawan Mitra Kukar) dan juga segera mempersiapkan tim sebaik-baiknya. Munculkan kembali permainan cantik yang selalu hadir musim lalu, dengan variasi serangan yang tajam dan pertahanan yang kokoh dari gedoran lawan. Maksimalkan seluruh potensi arek-arek di semua lini.

Saya pribadi mengharapkan gelora akan derby ini masuk ke jiwa dan sanubari para official tim, manajemen, staf pelatih, dan khususnya para pemain, dengan mengesampingkan asal muasal mereka, tapi melebur dengan semangat jersey ijo berlambang Suro dan Boyo di dada kiri. Bermainlah dengan berani, bermainlah dengan ngeyel dan bermainlah dengan hati. Bawa tinggi Green Force Persebaya meraih kehormatan dan kebanggaan di laga terbesar di Jawa Timur!

Terbanglah tinggi kau di angkasa
tunjukkan pada semua mata dunia
Surabaya pun juga punya kebanggaan
Green Force Persebaya Emosi Jiwaku

Komentar Artikel

Iklan

No posts to display