Beri Aku Sebelas Abu Rizal Maulana, Maka Akan Kuguncangkan Liga 1!

697
Abu Rizal "Rodeg" melakukan selebrasi mencium sepatu usai menjebol gawang Barito Putera. Foto: Joko Kristiono/EJ

Dengan tinggi 165 cm dan berat 50 kg disertai rupa yang baby face, tentu kita akan menggambarkan orang tersebut adalah orang yang kalem. Kurang lebih seperti itulah sosok Abu Rizal Maulana. Pemain Persebaya kelahiran Sampang ini memang dikenal sebagai orang yang kalem dan murah senyum.

Namun, jangan mengharapkan Rodeg, sapaan karibnya, berperangai seperti itu saat di dalam lapangan. Sosok kalemnya benar-benar Ia tanggalkan saat bermain untuk kesebelasan pujaan sejak kecilnya, Persebaya Surabaya.

Meski berpostur tergolong mini, namun pemain bernomor punggung 22 ini tak pernah gentar berduel dengan pemain lawan. Berkarakter berani dan ngeyel bak seorang warrior, Rodeg benar-benar tahu cara bermain khas Suroboyoan.

Karakter Rodeg itu sendiri saat di dalam lapangan pun bukan datang dengan sendirinya. Ia diberkahi VO2 Max di atas rata-rata yang angkanya mendekati Gennaro Gattuso, eks gelandang AC Milan, seperti yang dikalim anggota Achilles Sport Science & Fitness Centre Unesa saat Persebaya melakoni tes fisik di sana tahun lalu. Maka dari itu, adalah suatu hal yang langka melihat Rodeg berjalan saat berada di lapangan.

Tak hanya itu, Rodeg juga berkarakter kompetitif bagi timnya. Ia tak segan meneriaki dan memarahi rekan-rekannya saat melakukan kesalahan kala bermain. Rodeg juga tergolong pemain di pelbagai posisi. Berposisi natural sebagai seorang gelandang tengah, Ia pun sama sekali tak komplain dan bermain sangat baik kala pelatih menggesernya di pos bek kanan Persebaya Surabaya.

Berjiwa kompetitif, bermain ngeyel nan berani, selalu memberikan 100 persen kemampuannya, dan berjuang untuk kepentingan tim di atas kepentingan pribadinya, maka tak heran jika Rodeg kini menjabat sebagai kapten ketiga Persebaya setelah Rendi Irwan Saputra dan Misbakus Solikin. Sebuah jabatan prestisius mengingat dirinya yang masih berusia 23 tahun.

BACA:  Persebaya dan Investasi di Tengah Kompetisi yang Tak Pasti

Dengan karakter dan tipikal tersebut, maka dari itu Rodeg pantas mendapatkan apresiasi tinggi. Seperti yang diucapkan pelatih kondang Jose Mourinho saat memuji salah seorang mantan pemainnya, Cesar Azpilicueta, dan mengatakan bahwa sepak bola bukanlah hanya sekedar talenta.

“I think a team with 11 Azpilicueta’s probably could win the competition because football is not just about the pure talent. Football is also about character and personality.” — Jose Mourinho

Tentu saja saya yakin pelatih Persebaya, Angel Alfredo Vera, akan berpikiran sama dari kutipan di atas dengan mengubah kata ‘Azpilicueta’ menjadi ‘Abu Rizal Maulana’.

Karena memang, pemain dengan karakter dan personalitas yang dimiliki Abu Rizal Maulana inilah yang menjadi dambaan tiap pelatih dan sebuah tim. Bukan pemain otak selangkangan yang malah sibuk melakukan sexual harassment terhadap para perempuan melalui akun sosial medianya…

Komentar Artikel