Analisis Rasio Poin Laga-Laga Persebaya dan Klub-Klub Liga 1

25
Irfan Jaya. Foto: Joko Kristiono/EJ
Shares

Gelaran Liga 1 musim 2018 sudah memasuki minggu ke-13 meski sejumlah klub masih ada yang belum menyelesaikan 13 pertandingan. Namun, tidak berarti bahwa analisis penampilan klub bisa kita tunda sampai semua klub memiliki jumlah pertandingan yang sama. Hal ini karena situasi di liga di Indonesia yang susah ditebak. Sejumlah pertandingan harus dijadwalkan ulang karena berbagai hal termasuk faktor keamanan.

Serupa dengan tulisan analisis saya di berbagai media baik website maupun buku, maka analisis ini pun masih berkaitan dengan perbandingan antara penampilan klub pada laga kandang maupun tandang. Salah satu yang bisa kita kuantisasi adalah rasio antara poin yang diperoleh dengan poin maksimal. Rasio poin ini dihitung untuk laga tandang dan laga kandang. Bila kita perbandingkan keduanya, sejumlah hal akan kita bisa kuak tentang kekuatan tim dan konsistensinya. Termasuk juga keuntungan kandang atau home advantage yang berlaku tidak hanya di sepak bola namun juga di cabang olahraga lainnya. Jadi baiklah kita namakan saja rasio poin kandang (RPK) untuk rasio poin diperoleh di kandang dengan poin maksimal di kandang. Begitu pula untuk rasio poin tandang (RPT).

Secara rata-rata, RPK untuk 18 klub adalah 0,7 artinya sekitar 15 poin dari 21 poin maksimal dapat diraih oleh klub yang bermain sebagai tuan rumah. Total poin ini bisa dimungkinkan diraih bila klub bermain 7 kali di kandang dan menang sebanyak 5 kali, selebihnya kalah. Sedangkan rata-rata RPT adalah 0,22 yang artinya sekitar 4 poin dari 18 poin maksimal dapat diraih oleh klub yang bermain sebagai tim tamu. Raihan poin 4 ini bisa didapat dari bermain 6 kali dan meraih 1 kali kemenangan dan 1 kali seri. Cukup drastis perbedaan antara RPK dan RPT. Maka tentunya dari angka ini bisa kita lihat keuntungan kandang mendominasi di Liga 1 2018.

Dalam klasemen sementara, PSM yang baru saja mengalahkan Persebaya 1-0, menempati urutan teratas dengan 24 poin. RPK yang diraih PSM adalah 0,86 sedangkan RPT nya 0,33. Sedangkan urutan terbawah di klasemen didiami oleh PSIS dengan 14 poin. PSIS meraih RPK sebesar 0,62 dan RPT sebesar 0,06. Untuk menjadi pemuncak klasemen mutlak diperlukan kekuatan di kandang dan tentunya konsistensi di tandang. Ini yang tidak dimiliki oleh PSIS yang meski RPK nya sedikit di bawah rata-rata RPK namun RPT nya jauh dibawah rata-rata RPT. Mitra Kukar menjadi tim yang benar-benar bisa memanfaatkan laga kandang namun jeblok di tandang. Hal ini terlihat dari RPK yang mencapai lebih dari 0,83 dan RPT nya 0,05. Lalu, bagaimana dengan Persebaya?

BACA:  Agar Pertandingan Persebaya Nyaman, Adakan Program Bonek Marshal

Persebaya memang sedikit berbeda dalam jumlah pertandingan yang telah dilakukan. Sebanyak 2 pertandingan masih harus dijadwalkan ulang untuk persebaya. Kita bisa lihat bahwa Persebaya berada di zona degradasi dengan raihan 14 poin sama seperti PSIS. RPK yang diperoleh Persebaya adalah 0,53 dan RPT nya adalah 0,33. RPT ini sama dengan RPT yang dperoleh oleh PSM sang pemuncak klasemen. Namun, posisi Persebaya di klasemen jauh di bawah. Hal ini karena RPT-nya Persebaya di bawah rata-rata RPT dan tentunya jauh dibawah RPT PSM. Kandang bagi Persebaya tidak lagi banyak memberikan keuntungan. Hal ini menarik karena Bonek sejatinya selalu membuat Stadion GBT angker untuk tim tamu. Saat bertanding di Liga 2 musim sebelumnya, ada tim tuan rumah yang sudah merasa gentar saat melihat atmosfer Stadion GBT yang dipenuhi oleh Bonek dengan dukungannya yang tak kenal henti tak kenal lelah. RPT yang tinggi diperkirakan karena dukungan Bonek yang selalu setia bersama Bonek kemana pun Persebaya berlaga. Sehingga, meski bermain di kandang lawan, Persebaya tak merasa kehabisan energi dari Bonek.

Bila dalam 2 pertandingan yang tertunda keduanya berakhir dengan kemenangan untuk kandang dan tandang, maka Persebaya bisa berada di papan tengah. RPK-nya akan menjadi 0,61 dan RPT-nya menjadi 0,43. Dengan hasil rasio seperti itu, Persebaya memang menegaskan sebagai klub yang berimbang kekuatannya (kelemahannya?) baik saat bermain sebagai tuan rumah maupun saat melawat. Posisi di klasemen membaik, namun tetap dijaga terus konsistensi bermain di kandang untuk tidak banyak kehilangan poin. Sehingga, keseimbangan koin dan poin dapat terus dijaga, terlebih peluang denda masih terbuka lebar. Jadi, harapan agar perbaikan secara penampilan tim dan kedewasaan suporter mutlak diperlukan dalam mengarungi liga 1 musim 2018 terlebih merayakan ulang tahun ke-91. Dan tentunya kepercayaan terus ada di benak bonek agar Persebaya dapat berprestasi lagi.

Facebook Comments