Empat Hal yang Dilihat Alfredo Terkait Hasil Minor Persebaya

Riky Kayame saat laga lawan PSM. Foto: Official Persebaya

EJ – Hingga pekan ke-13, Persebaya membukukan hasil yang kurang memuaskan. Meski baru menyelesaikan 11 pertandingan, Persebaya masuk zona merah dengan 3 kemenangan, 5 seri, dan 3 kekalahan. Hasil minor ini dirasa tidak pantas untuk tim sekelas Persebaya.

Pelatih Alfredo Vera mengaku telah melakukan evaluasi terhadap timnya. Empat hal ini yang dilihat Alfredo dari Persebaya hingga pekan ke-13.

  1. Boleh Main Cantik Tapi Harus Menang

Permainan Persebaya bisa dibilang cantik lewat kerjasama tim yang baik. Hal ini membuat Persebaya sering menguasai jalannya pertandingan. Sayangnya, ini tidak dibarengi dengan hasil akhir yang memuaskan. Alfredo menekankan para pemainnya untuk selalu meraih kemenangan.

“Yang paling penting kita harus bermain untuk menang. Walau pun kita main cantik, kita harus bawa sesuatu yang buat pertandingan bisa menang.”

  1. Pemain Belakang Harus Bantu Penyerangan

Alfredo mengatakan jika tidak ada masalah di lini depannya. Ia meminta semua pemain di posisi apapun harus membantu tim saat menyerang.

“Bukan cuma depan, tapi semua. Kalau kita menang, menang semua. Mungkin dari belakang bisa bantu. Kalau belakang tidak maju, tim jadi capek. Bola ke depan akan susah. Kita bergerak sama-sama agar tidak jadi timpang. Kadang bukan masalah depan, kalau belakang tidak kerjasama juga sama saja.”

  1. Kecolongan Gol dari Bola-Bola Mati

Persebaya sering kebobolan lewat bola-bola mati. Kekelahan terakhir Persebaya saat melawan PSM Makassar juga didapat lewat bola hasil tendangan sudut. Hal ini menjadi bahan evaluasi Alfredo agar pemain tidak kecolongan lagi lewat skema gol seperti ini.

“Kita selalu latihan. Kita bicara harus satu lawan satu. Ada hal-hal yang harus dilakukan untuk tidak kalah di situ. Saya lihat mereka hilang konsentrasi.”

  1. Wasit Bikin Tim Capek dan Frustrasi

Wasit menjadi pihak yang paling disorot atas hasil-hasil buruk Persebaya terutama di luar kandang. Alfredo menilai keputusan-keputusan yang diambil sang pengadil lapangan sering membuat timnya hilang konsentrasi.

“Saya tidak suka bicara wasit, tapi hal-hal kecil yang mereka lakukan di lapangan bikin tim capek, frustasi, tidak bisa keluar dari belakang karena ada foul. Mereka harus menunggu lagi, itu juga ganggu konsentrasi di lapangan. Dengan kondisi seperti itu, kita tidak bisa bikin apa-apa.” (don/iwe)

Facebook Comments