Ternyata, Bejo-lah yang Buat GBT Angker

Bejo Sugiantoro bersama Rendi Irwan. Foto: Joko Kristiono/EJ
Iklan

Kali pertama di musim 2018, Persebaya berhasil memasukan gol lebih dari 2 gol. Berhadapan dengan penghuni papan atas Persela Lamongan, Persebaya berhasil revans dengan sempurna.

Melalui tangan dingin pelatih caretaker, Bejo Sugiantoro, Persebaya membuktikan diri sebagai tim Liga 1 yang patut diperhitungkan, dan itu seharusnya sudah terjadi sejak musim ini mulai digelar.

Pada sebuah kesempatan di media massa, abah Sugiantoro mengatakan dengan sedikit himbauan, agar Gelora Bung Tomo dikembalikan aura dan atmosfer yang angker bagi tim lawan. Sebab, seringnya di tribun fans ia mungkin mendengar keluhan serta pengharapan Bonek, yang seakan dijauhkan dari kemenangan seperti saat ini.

Bagaimana tidak. Dua kali di kandang, Persebaya tunduk oleh tamunya, tamu yang diperlakukan “luar biasa” oleh Bonek, tak ada nuansa liga atau rival di dalam lapangan dan tribun, sehingga membuat pemain lawan terasa “home” walau sedang “away”, begitu nyaman.

Iklan

Dan, pasca mundurnya Alfredo Vera, Persebaya bergerak cepat untuk bangkit. Bejo, legenda hidup persebaya pun menghidupkan keangkeran Gelora Bung tomo (GBT) melalui polesan dan motivasi ke pemain melalui kemampuannya dalam melatih. Tak pelak tiga gol bersarang di gawang Persela.

Bejo-lah yang mengembalikan ke angkeran GBT, sebab ia tahu bahwa hubungan romantis kedua suporter tak mungkin menghasilkan teror bagi musuh, yang ada hanya chant berbalas layaknya sebuah jambore.

Komentar Artikel

Iklan

No posts to display