5 Fakta Memikat David da Silva Bersama Persebaya

577
David da Silva. Foto: Joko Kristiono/EJ

Penampilan Persebaya yang makin ganas dalam enam laga terakhir makin memikat para pendukungnya, Bonek dan Bonita. Bagi para kandidat juara Liga 1 musim 2018 ini, Persebaya telah menjadi mimpi buruk.

Tidak kurang lima klub papan atas Liga 1 harus mengakui keganasan para penyerang Persebaya. Persib takluk 1-4 (away), Madura United kalah telak 4-0 (home), Persija dan PSM Makasaar sama-sama menyerah 3-0 (keduanya home). Terakhir, Bali United dipermalukan di kandangnya sendiri dengan skor telak 2-5.

Tidak heran, tiga laga terakhir Persebaya musim ini menjadi pertandingan yang paling dinanti para Bonek. Bukan hanya ingin menjadi saksi Persebaya menyodok ke papan atas, melainkan tidak sabar menyaksikan bagaimana para pemain Persebaya menggelontor gawang setiap lawannya.

Lebih khusus lagi menyaksikan aksi memikat David da Silva. Datang ke Surabaya dengan selimut keraguan dari para Bonek, striker asal Brasil itu telah menjawab keraguan para Bonek tersebut. Kini dia mencatatkan diri sebagai pemain paling subur dengan torehan 20 gol.

Berikut beberapa fakta memikat tentang David da Silva:

  1. Calon Top Scorer

David da Silva sekarang menjadi kandidat terkuat sebagai sebagai top scorer Liga 1 2018. Dengan koleksi 20 gol, dia telah meninggalkan para pesaing terdekatnya: Alexander Rakic (16 gol, PS Tira); Fernando Rodriques (15 gol, Mitra Kukar); Ezeciel Ndouasel (15 gol, Persib Bandung).

Melihat soliditas permainan Persebaya dan tiga tim yang bakal dihadapi sampai akhir kompetisi, tidak menutup kemungkinan jumlah gol David makin tidak terkejar para pesaingnya. Bila penampilan Persebaya konsisten dan David tidak cedera kembali, peluang bomber kelahiran Sao Paulo ini untuk finish dengan akumulasi gol terbanyak di Liga 1.

  1. Pencetak Hattrick Terbanyak

Sejauh ini David juga menjadi pencetak hattrick terbanyak di Liga 1. David telah mencetak hattrick saat melawa PS Tira di Bantul (13/4), Mitra Kukar di Surabaya (22/9), dan Bali United (18/11). Sementara tidak ada pemain di Liga 1 yang bisa menyaingi David dalam urusan hattrick.

Bahkan, David telah dua kali menciptakan brace (dua gol dalam satu pertandingan). Masing-masing saat Persebaya menjamu Persela Lamongan (5/8) dan tandang ke markas Sriwijaya FC (16/9).

  1. Menit Bermain Paling Minim, Gol Terbanyak

Produktivitas gol David diwarnai pula oleh statistik yang memikat. Pemain yang kini menjadi predator bagi setiap lawan Persebaya itu memiliki menit bermain paling sedikit di kalangan striker klub Liga 1, tapi menjadi kolektor gol terbanyak.

BACA:  Cetak Dua Gol, David da Silva Lewati Rekor Gol Misbakus Solikin

Menit bermain David tergolong minim mengingat dia absen di lima laga. Sampai pekan ke-30, David hanya bermain di 20 laga selama 1.324 menit. Sedangkan pesaing terdekat, Rakic, tidak pernah absen di 30 pertandingan. Sementara, Ndouasel dari Persib Bandung yang mengemas 15 gol telah bermain 1.800 menit.

  1. Gol Tercepat di Menit ke-2

Bukan hanya pemilik gol terbanyak. Ayah dari seorang putra itu juga pernah menjadi pencetak gol tercepat. Tepatnya di menit ke-2 saat menjadi pencetak gol pertama ke gawang Sriwijaya FC (16/9). Berawal dari throw pass Irfan Jaya dari sektor kiri, David berhasil mengoyak gawang Teja Paku Alam. Gol tercepat David berikutnya terjadi saat mencetak gol pertama ke gawang PS Tira di Stadion Sultan Agung Bantul pada menit ke-4 (13/4).

  1. Mayoritas Gol dari Trough Pass

Jika melihat kembali bagaimana David mencetak 20 gol, hampir semua berawal dari trough pass. Silakan Anda review kembali berbagai rekaman gol David da Silva, sebagian besar buah dari umpan-umpan terobosan. Dengan kecerdikannya mengambil posisi, David lolos jebakan off side, dan akhirnya berhasil menjebol gawang lawan.

Detik-detik gol yang diciptakan David da Silva selalu berawal dari trough pass. Lalu, adu sprint atau body charge dengan pemain terakhir lawan. Kemudian, diakhiri dengan mengecoh kiper atau menyontek bola ke sudut yang sulit dijangkau penjaga gawang.

Sudah banyak kiper yang menjadi korban kecerdikan dan kejeniusan David da Silva. Mulai dari Syahrul Trisna Fadilla (PS Tira), Teja Paku Alam (Sriwijaya FC), Yoo Jae-hoon (Mitra Kukar), Rivki Mokodompit (PSM Makasaar), Wawan Hendrawan (Bali United), dan masih banyak kiper yang lain.

Sebagai Bonek sejati, saya dan Anda semua, pasti sudah tidak sabar menantikan pertandingan terdekat Persebaya melawan Bhayangkara FC. Bukan hanya rindu dengan permainan Persebaya yang makin memikat dan ledakan permainan David da Silva. Karena, lawan yang akan dihadapi Persebaya di Stadion Gelora Bung Tomo (26/11) nanti ini memiliki tautan sejarah buruk dengan Persebaya.

Jadi, tidak ada alasan untuk tidak mbonek lagi ke Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya.

Sudah siap hijaukan GBT lagi? (*)

*) Hari Setiawan, Penulis adalah Bonek yang tinggal di Jember, bisa disapa di Twitter @harisetiawan165

Komentar Artikel