Kekalahan Persebaya Harus Dipandang Secara Positif

128
Foto: Rizka Perdana Putra for EJ
480Shares

Tak ada proses yang instan. Untuk mencapai prestasi dibutuhkan kerja keras. Kegagalan Persebaya meraih gelar juara Piala Presiden 2019 harus dimaknai secara positif. Bahwa ini semua merupakan sebuah proses yang harus kita jalani.

Sejak mengikuti kompetisi resmi pada 2017, Persebaya telah menunjukkan progress yang signifikan. Kita harus bangga karena Persebaya menjadi salah satu klub yang dikelola secara profesional.

Secara prestasi, Persebaya tak bisa dipandang sebelah mata. Usai absen lama, Persebaya langsung jadi juara Liga 2 sekaligus promosi ke kasta tertinggi. Di Liga 1 2018, Green Force menempati posisi 5. Ini merupakan sebuah prestasi jika kita melihat status Persebaya sebagai tim promosi. Di Piala Presiden juga menunjukkan peningkatan. Setelah hanya mencapai babak perempat final di 2018, tahun ini Persebaya meraih posisi runner up. Memang prestasi ini belum memuaskan sebagian Bonek. Namun kita harus kembali memandangnya secara positif.

Turnamen ini merupakan ajang pramusim yang harus dilihat sebagai sarana untuk mencoba formasi dan gaya permainan. Jika ada kelemahan yang terlihat, ini justru merupakan keuntungan bagi Persebaya. Karena tim pelatih bisa menjadikannya sebagai bahan evaluasi. Apa yang harus diperbaiki dan ditambal jika ada yang bolong-bolong. Sehingga saat liga sudah dimulai, Persebaya telah siap dan bukan menjadikannya sebagai ajang uji coba lagi.

Medan tempur sebenarnya bagi Persebaya telah dekat. Liga 1 akan dimulai pada 8 Mei. Ada waktu tiga minggu bagi tim pelatih untuk memperbaiki segala kekurangan yang terlihat saat pramusim.

Presiden Persebaya, Azrul Ananda, telah mengatakan jika pihaknya akan melakukan langkah-langkah strategis untuk membangkitkan Bajol Ijo. Azrul butuh semua pihak memberikan kesempatan bagi manajemen untuk bekerja. Bonek sebagai suporter harus mendukung sembari memberikan masukan positif.

BACA:  Pesan untuk Bonek yang Masih Belum Sepenuhnya Berubah

Tim, manajemen, dan suporter pastinya memiliki visi yang sama yakni bagaimana Persebaya meraih prestasi di Liga 1. Tiga stakeholders Persebaya harus bergandengan tangan agar bisa berjalan beriringan dan saling mendukung. Karena hanya dengan itulah, Persebaya bisa meraih prestasi. Proses ini harus diikuti. Dan kita tahu jika proses tak pernah mengkhianati hasil.

*) Penulis adalah Co Founder Emosijiwaku.com

Facebook Comments