Pelajaran 100 Menit di Gelora Bung Tomo

372
Foto: Joko Kristiono/EJ
Shares

Rachmat Irianto, pemain muda itu, harus melihat Campos melewatinya dengan cara menyakitkan. Setelah itu, Wanggai berlari gembira menikmati sontekan manja ala pemain Kalteng Putra nomor 10 tersebut.

Di beberapa kesempatan, kiper kita yang di pertandingan ini harus diganti karena cedera, beberapa kali menjadi pesakitan. Blunder. Yang kemudian, seperti menghapus catatan gemilangnya melakukan penyelamatan.

Bung Kus, komentator pertandingan memberikan analisanya terkait proses gol balasan Kalteng. Rian perlu menjadikan kesalahan fatal ini sebagai pelajaran di edisi mendatang.

Namun sepertinya, Rian yang bersemangat sekali hendak melewati beberapa pemain ketika membawa bola, beberapa kali membuat Bonek ketar-ketir.

Rian harus diganti. Begitu suara-suara netizen di kolom komentar instagram Persebaya. Mulai dari yang halus hingga keras.

Hansamu bahkan sempat membuat jantung saya hendak copot. Ketika dia salah antisipasi bola pantul. Tepat di depan kotak penalti. Untung hanya melahirkan tendangan gawang.

Lalu bagaimana striker murni kita? Emosi Jiwaku membuat poster di instagram. Menanti ledakan Balde. Begitu tagline-nya.

Kemudian direvisi di postingan lanjutan. Captionnya: Gak jadi meledak.

Pemain 193 cm tersebut sebenarnya meledak. Tepatnya meledakkan diri. Dalam sebuah pengejaran bola di lini tengah, nampaknya ia terlalu memaksakan diri. Sehingga ia meledak. Ia terjerembab. Pahanya cedera. Harus diganti.

Sebelum memberi umpan cadas Misbakus, Ruben beberapa kali melancarkan umpan ciamik ke jantung pertahanan Kalteng Putra. Sayangnya, sundulan Osvaldo membentur tiang. Lainnya, yang menyambut umpan sang kapten out posisi.

Nampaknya, sepakan fantastis Misbakus via umpan cerdas Sang Kapten tidak menjadi kenangan manis suporter.

Target 3 poin melayang. Ditambah lagi permainan kalah efektif. Persebaya 65 persen penguasaan bola. Tetapi ancaman, Kalteng Putra bukan kaleng-kaleng.

BACA:  Djanur Waspadai Pemain Asing Kalteng Putra

Setidaknya, penampilan Abdul Rohim mampu memberikan semacam penawar duka. Beberapa kali ia melakukan penyelamatan monumental. Ia masuk di pertengahan babak kedua, setelah Mishwar kepalanya mengalami cedera.

Selanjutnya, pertanyaan penting lainnya. Ke mana pemain asing Persebaya?

Dzhalilov dan Lizio tidak menunjukkan kemampuan terbaiknya. Sementara pemain asing Kalteng lebih menunjukkan mereka pantas disebut pemain impor.

100 menit lebih, tambahan waktu 7 menit, permainan sporadis harus berakhir dengan seri. Hasil positif bagi tim tamu. Sementara bagi Persebaya, ini semacam pertanda. Merevisi target juara atau tetap ngotot meraih gelar juara.

Apapun itu, kalah kudukung, menang kusanjung. Kalau seri? Salam Satu Nyali. Wani!

Sidoarjo, 21 Mei 2019

*) Komunitas Bonek Layar Kaca, tinggal di www.penyair-amatir.id

 

Facebook Comments