Belum Dua Musim, Denda Persebaya Dekati Market Value Andik Vermansah

337
Foto: Joko Kristiono/EJ
Shares

Pelanggaran demi pelanggaran yang dilakukan oleh oknum suporter membuat Komisi Disiplin PSSI “sangat leluasa” untuk menjatuhkan sanksi kepada Persebaya Surabaya. Terbaru, hasil Sidang Komdis PSSI tanggal 31 Juli lalu Persebaya terkena hukuman Rp 150 juta karena terbukti ada pelanggaran penyalaan suar, bom asap serta pelemparan botol. Hal ini diperparah dengan regulasi akumulasi (pengulangan) yang membuat Persebaya terkena hukuman tambahan.

Tal ayal, hal ini menjadikan Persebaya sebagai tim dengan denda terbanyak sampai pekan 11 Liga 2019 dengan total Rp 660 juta. Hal ini seolah meneruskan “tren” musim lalu dimana Persebaya finish sebagai juara denda dengan total Rp 1.482.500.000 selama semusim. Dua angka yang tidak sedikit, namun sangat disayangkan karena harus terbuang sia-sia. Selama ini, manajemen Persebaya memang menanggung sendiri denda dari Komdis, berbeda dengan, contohnya PSIS yang memilih membebankan denda Komdis kepada suporternya agar suporter jera.

Lampaui Satria Tama, Dekati Andik Vermansah

Dari musim lalu sampai pekan 11 Liga 1 2019, total denda Persebaya sudah mencapai Rp 2.142.500.000. Penulis melakukan riset kecil-kecilan dan menemukan catatan unik dari total nominal tersebut setelah melihat-lihat situs Transfermarkt. Situs asal Jerman tersebut adalah situs yang menyediakan info tentang pemain sepak bola, tidak hanya statistik namun juga market value atau harga pasar sang pemain. Nominal tersebut bisa didasari dari peforma pemain, statistik individu, dan faktor-faktor lain. Market Value berbeda dengan nilai kontrak. Sebagai contoh, nilai kontrak Osvaldo Haay yang dalam sebuah portal berita diperkirakan mencapai Rp 2,1 Miliar. Sedangkan Market Value mantan pemain Persipura tersebut di situs Transfermarkt adalah EUR 225.000 atau sekitar Rp 3,5 Miliar (kurs 2 Agustus 2018).

BACA:  Obrolan Panjang Dio dan Rizky: Dari Ngomongin PSSI sampai Arapagani

Dengan total denda mencapai 2,14 Miliar, maka nilai tersebut sudah melampaui market value mantan kiper tim nasional U22 yang juga alumnus kompetisi internal Persebaya, Satria Tama. Market Value kiper Madura United tersebut menurut Transfermarkt adalah EUR 125.000 atau sekitar Rp 1,9 Miliar (kurs 2 Agustus 2018). Namun nominal denda tersebut juga mendekat ke angka market value Andik Vermansyah yang mencapai EUR 175.000 atau sekitar Rp 2,7 Miliar (kurs 2 Agustus 2018).

Apa Artinya? Dan Bagaimana Solusinya?

Dengan banyaknya nominal denda tersebut, sudah saatnya kita sebagai penggemar Persebaya lebih peka dan memahami terhadap aturan-aturan yang sudah ditetapkan oleh PSSI dalam Kode Disiplin PSSI. Edukasi juga hal yang sangat penting dan harus dilakukan oleh banyak pihak. Tidak hanya dari tulisan lepas dalam rubrik seperti ini, namun bisa juga dari komunitas-komunitas agar semakin mudah tersampaikan. Termasuk akun media sosial penggemar Persebaya yang saat ini sangat banyak di berbagai platfom. Tentu salah satunya agar kita juga mengetahui bahwa ada regulasi akumulasi sehingga membuat sanksi tiap klub bisa berbeda meski pelanggarannya sama.

Mari mulai dari hal kecil. Dari diri kita masing-masing. Syukur-syukur turut serta mengedukasi ke teman-teman sesama penggemar Persebaya yang lainnya. Dengan demikian, harapan bahwa Persebaya sukses mengurangi (dan menghilangkannya di masa yang akan datang) pengeluaran sia-sia seperti denda Komdis bisa diwujudkan.

Kode Disiplin PSSI dapat diunduh disini.

Salam Satu Nyali, WANI!

Facebook Comments