Belajar (lagi) di Musim Ini, Bangkit dan Bersinar untuk Musim Depan

Foto: Rizka Perdana Putra/EJ
Iklan

Usai sudah derby klasik di putaran pertama Liga 1 2019 antara Persebaya vs Arema FC di Stadion Kanjuruhan, Malang dan dimenangkan oleh Tim Tuan Rumah namun dengan skor yg tidak diduga. Ya, Bajol ijo dihancurkan oleh Singo Edan 4 Gol tanpa balas.

Satu kata dari lubuk hati yg terdalam, MEMALUKAN!

Evaluasi, lagi-lagi harus dengan sikap yg jantan dan serius. Mengakui bahwa mental para punggawa Green Force sangat hancur dan perlu dibenahi. Ini bukan soal Skill individu, bukan pula soal strategi permainan, apalagi soal mahal atau murahnya harga pemain. Tetapi soal mental, memahami makna derby klasik dengan rivalitas tinggi yg membawa harga diri para fans untuk dipertaruhkan. Berlebihan? Tentu tidak, ini perspektif bagaimana anda mencintai Klub yg berasal dari Kota Pahlawan ini.

Arema bisa kalah dengan siapapun tetapi tidak dengan Persebaya, tidak semudah itu. Persebaya bisa menang dengan siapapun tetapi tidak dengan Arema, tidak semudah itu. Para pemain Arema, baik itu pemain lama-pemain baru, pemain lokal-pemain asing, bahkan sampai staff tim, dari dulu semuanya tanpa terkecuali kalau bertanding melawan Persebaya, semangatnya jadi berlipat ganda, super edan, dan sangat habis-habisan. Coba lihat Persebaya kalau ketemu Arema justru seperti anti-klimaks. Praktis, sejak ISL 2009 sampai saat ini, Persebaya sangat kesusahan mencetak gol ke gawang Arema khususnya ketika bermain di Malang. Sungguh memalukan bagi Bonek.

Iklan

Pesan untuk manajemen Persebaya, khususnya Presiden Klub Persebaya, Azrul Ananda. Gunakanlah kekalahan menyakitkan dari Arema FC ini sebagai pelajaran yg betul-betul menampar anda bahwa di balik kokohnya finansial yang sedang anda bangun, namun ada juga hal yg tak kalah berarti yaitu reputasi, Nama besar Persebaya yang harus anda rawat dan anda jaga sebaik-baiknya. Musim ini sepertinya sangat sulit untuk menggapai kompetisi Asia apalagi untuk juara. Bertahan di papan tengah atau 5 besar sepertinya cukup bagi Persebaya di musim ini bukan untuk menyerah tetapi realistis. Memang kompetisi masih panjang, tetapi klub-klub lain pun juga tidak tinggal diam dan bertarung habis-habisan demi mengejar supremasi tertinggi.

Andik Vermansah dan Evan Dhimas, mereka masih layak dikejar di musim depan . Bila perlu Fahmi Al Ayyubi juga Andik Rendika Rama juga dipulangkan ke Persebaya, karena Persebaya butuh diisi oleh pemain-pemain yg paham kultur dan filosofi Persebaya khususnya yg memahami arti derby klasik . Dan untuk pelatih musim depan Persebaya wajib kejar salah satu dari Rahmat Darmawan , Stefano ‘Teco’ Cugurra, atau Jacksen F. Tiago .

Jangan setengah-setengah untuk Persebaya. Salam Satu Nyali, WANI!

Komentar Artikel

Iklan

No posts to display