Borneo FC, Beda Lawan Beda Taktik ala Gomez

123
Mario Gomez. Foto: Borneo FC
Shares

Borneo FC di bawah Mario Gomez menjadi tim perusak papan atas. Bagaimana tidak, dengan skuad yang tidak begitu mentereng, Pesut Etam hingga pekan ke 22 dibawanya berada di peringkat 6 klasmen sementara Liga 1. Sebagai catatan tambahan, Borneo FC masih memainkan 20 pertandingan, artinya masih menyimpan dua pertandingan. Kolektivitas dan agresifitas menjadi andalan Lerby Aliandri dkk. Catatan minor di kandang sendiri tim tuan rumah Persebaya harus menjadikan keuntungan bagi Pesut Etam.

Gomez Sang Maestro Taktik

Tak jelas. Mungkin itulah kata yang terlontar ketika memperhatikan strategi dari Borneo FC musim ini. Mereka bisa berubah formasi kapan saja. Formasi yang kondisional biasanya dibarengi dengan hasil yang kurang memuaskan karena terkesan coba-coba. Tapi lihatlah hasil dari Borneo FC, hingga 20 partai yang telah dimainkannya, mereka hanya tiga kali menelan kekalahan, memasukkan 35 gol dan 25 kebobolan. Hasil yang bagus untuk tuduhan coba-coba.

Dengan skuad yang tidak begitu mentereng, Gomez sadar betul akan kondisi timnya dan sangat tahu harus berbuat apa. Mantan pelatih Persib Bandung tersebut memang dikenal piawai dalam meracik taktik juga mengubah pemain biasa saja menjadi luar biasa. Hebatnya lagi ia melakukan dalam kurun waktu yang terbilang singkat. Hanya membutuhkan beberapa uji coba, memberikan jam terbang ke pemain muda, menganalisa, dan menemukan formasi untuk timnya.

Yang paling cerdas adalah ia juga mampu membaca permainan calon lawan yang akan dihadapinya, mempersiapkan taktik apa, siapa yang akan diturunkan, siapa dari pihak lawan yang dimatikan.

Kaya Formasi, Tak Ada Pemain Unggulan

Di dalam taktiknya, Gomez tak bergantung pada satu pemain inti. Karena ia menerapkan sebuah “post gerak,” begitu kami menyebutya. Post gerak ialah sebuah posisi yang harus dimainkan dengan cara yang sama walaupun dengan pemain yang berbeda. Seperti contoh misalnya pada posisi yang diisi Umanaillo. Ia cenderung bergerak di flank kiri. Sementara pemain yang kerap mengisi posisi tersebut adalah M. Amrullah yang sudah mencetak tiga gol hingga saat ini. Meski punya kecenderungan permainan yang berbeda, tetapi jika diperhatikan mereka memainkan pola yang sama. Sedang untuk post kanan diisi oleh si cepat Terens Puhiri, yang juga dibeberapa kesempatan pernah diisi oleh Umanaillo. Bahkan Wahyudi Hamisi yang seorang defensive midfielder pun pernah bermain di flank. Itu adalah salah satu contoh “post gerak” yang diterapkan Gomez sejak menukangi Persib. Keuntungan lainnya dalam taktik ini adalah mudah dipahami oleh semua pemain.

BACA:  Waspada Rekor Apik Borneo FC dan Mario Gomez di GBT

Pada lima pertandingan terakhinya Borneo FC memainkan lima formasi yang berbeda. Di match terakhirnya yang berhasil mengalahkan Persija, Borneo FC pakai 4-3-3. Waktu berhasil mengalahkan Madura United mereka memainkan 4-5-1. Saat menahan imbang 2-2 lawan Arema FC di Kanjuruhan, formasi 3-4-2-1 digunakan. Ketika bertandang ke markas Bhayangkara FC, Gomez memainkan formasi 4-4-1-1, skor 1-1 didapatkan. Lima partai dengan lima formasi berbeda tersebut, tak satu pun menelan kekalahan.

Waspada Serangan Balik Lewat Flank

Meski cenderung berganti-ganti formasi karena menyesuaikan lawannya. Borneo FC tentu punya salah satu kunci serangan, dan jawaban itu terletak pada flank kanan dan kiri. Post yang sering ditempati oleh Umanailo, Puhiri, dan Amrullah. Di beberapa partai terakhirnya mereka bertiga adalah kunci sukses Borneo FC tak menelan kekalahan. Ketiganya adalah pemain lincah yang siap merusak sisi flank pertahanan lawannya. Satu dua sentuhan dari mereka juga menjadi kunci tahan imbang Arema, dan kemenangan tipis saat melawan Persija. Terlepas dari peran pemain depan mereka Mathias Conti, Renan Silva, juga Lerby Aliandri yang juga sebagai ancaraman bagi lini pertahanan lawan. Pemain dari lini kedua Borneo FC sangat punya peran penting. Kecepatan dan kolektivitas permainan adalah kunci Borneo FC jelang laga lawan Persebaya di Gelora Bung Tomo. (arv)

Facebook Comments