Persebaya Putri: Ayo Bangkit Srikandi Ijo!

372
Lila Puspita (kapten Persebaya Putri) yang menangis usai dikalahkan PSM Putri di Stadion Kusuma Agro Wisata - Batu ditenangkan oleh rekan-rekannya, Rabu (9/10/2019). Foto: Joko Kristiono/EJ

“A champion never allows a short-term failure to take her out of a long-term game”.

Mungkin kutipan dari legenda pesepak bola wanita asal Amerika Serikat, Abby Wambach sangat tepat untuk tim Persebaya Putri. Jika diartikan “Seorang juara tidak pernah membiarkan kegagalan jangka pendek untuk membawanya keluar dari pertandingan jangka panjang”. Ya, Persebaya Putri di awal kompetisi Liga 1 putri 2019 memang bisa di kata cukup mengecawakan. Tampil dengan persiapan mepet Srikandi Ijo meraih dua hasil kekalahan. Di pertandingan pembuka, Srikandi Ijo kalah atas Arema dengan skor 2-0. Pertandingan berikutnya anak asuh Ridwan Anwar kembali menelan kekalahan 0-1 dari PSM di lapangan Argo Wisata Batu.

Namun ada satu hal yang membuat saya atau bahkan semua pecinta sepak bola miris adalah psywar yang bersifat mendiskriminasi dengan hujatan yang tak layak dari suporter Arema. Hal itu membuat saya ingin memberikan motivasi kepada Persebaya Putri untuk bangkit mengarungi Liga 1 Putri 2019 lewat tulisan ini. Berbicara sepak bola putri di Indonesia memang tidak semeriah sepak bola pria. Namun jika kita mengaca pada pagelaran Internasional. Banyak sekali inspirasi dan motivasi untuk menjadi nomor satu dan dapat membanggakan bangsa dan negara.

Kisah Abby Wambach, Salah satu legenda terkenal timnas USA. Peraih FIFA Women’s World Cup winner (2015), Women’s Olympic Football Tournament gold medallist (2004, 2012) FIFA World Player of the Year (2012). Menjadi salah satu pesepak bola wanita terbaik yang pernah dimiliki Amerika Serikat. Ditengah terpuruknya prestasi sepak bola pria Amerika Serikat. Abby mampu mengantarkan USA meraih juara ketiga kalinya di ajang Piala Dunia wanita tahun 2015. Jiwa leadership dan mampu bekerja sama dengan rekan setimnya menjadi kunci Wambach meraih prestasi di kancah dunia. Kerja sama tim yang kuat dan tak mengenal menyerah menjadi keberhasilan tim sepak bola wanita Amerika serikat mengoleksi empat gelar juara di ajang Piala Dunia Wanita.

BACA:  Mengenal Nama-Nama Pemain Persebaya Putri

“A woman who doesn’t give up can never lose.” — Abby Wambach.

Selain tim sepak bola wanita Amerika Serikat yang mampu membanggakan. Ada cerita lain yang sangat luar biasa. Timnas wanita Jepang yang mampu memberikan senyuman di kala duka yang disaat itu Jepang di landa bencana Tsunami 9 Skala Ritcher pada 11 Maret 2011. Empat bulan setelah peristiwa Tsunami di jepang. Timnas wanita Jepang menjadi juara piala dunia 2011 setelah mengalahkan timnas Amerika Serikat. Homare Sawa dkk membuat matahari kembali terbit di Jepang. Suatu hal yang bisa dikata sangat sulit terwujud. Di tengah-tengah duka yang mendalam mereka mampu memberikan obat bagi seluruh warga Jepang.

Semoga para punggawa Persebaya Putri mampu bangkit di laga berikutnya dan mampu berprestasi bukan dengan psywar diskriminasi. Ayo bangkit Srikandi Ijo!

Komentar Artikel