Persebaya “Surabaya”

Starter Persebaya lawan Badak Lampung. Foto: Joko Kristiono/EJ

Apa yang kalian ingat ketika kita berbicara mengenai Surabaya? Kota pahlawan, Wali Kotanya galak tapi penuh prestasi, Dolly, kota seribu Taman, Bung Tomo. Apakah kalian juga berpikir tentang Persebaya dan Bonek ketika kalian mendengar kata Surabaya? Tidak sedikit pula ketika ada reality show di media televisi yang bertemakan Surabaya, kita melihat ada Bonek yang dijadikan obyek pendukung sebagai bahan untuk menarik perhatian pemirsa televisi agar rating acaranya naik.

BACA:  Mengulas Kemungkinan Andik Vermansah, Evan Dimas, dan Hansamu Yama Membela Persebaya

Tak jarang pula kita menemui hal itu di dalam YouTube. Para konten kreator di platform YouTube berbondong-bondong membuat konten yang bertemakan Persebaya ataupun Bonek. Menurut saya pribadi, nama Bonek dan Persebaya sangat menjual sehingga banyak sekali dibuat sebagai bahan mencari nafkah. Hal ini tentunya sudah banyak dirasakan oleh konten kreator YouTube atapun media Televisi. Entah disadari ataupun tidak oleh masyarakat.

Lalu bolehkah saya memasukkan nama Persebaya dan Bonek ketika kalian mendengar kata Surabaya? Menurut saya sih bisa, karena tidak dapat di pungkiri Persebaya dan Bonek adalah bagian dari Kota Surabaya. Jika kita tarik benang merah lebih ke arah politik praktis dalam ajang pemilihan Wali Kota, DPRD, DPR RI, hingga Gubernur. Tidak sulit kita menemui para pelaku politik yang memanfaatkan kebesaran nama Persebaya dan Bonek.

Halaman 1 2 3 4

Komentar Artikel