Bonek Wani Berkontribusi Melawan Covid-19

233
Bonek di Stadion Pakansari. Foto: EJ

Notifikasi pesan dari grup alumni kampusku beberapa malam lalu cukup membuat mataku kembali segar. Seorang alumni mengabarkan bahwa petugas medis di RS Dr. Soetomo Surabaya membutuhkan bantuan beberapa alat medis dalam rangka penanganan wabah Covid-19. Beberapa dosen kemudian muncul menanggapi pesan tersebut dan menjelaskan kabar itu benar adanya.

Esok hari saat asyik membaca berbagai pemberitaan mengenai Covid-19, ternyata sebagian akun teman-teman Bonek ikut menyebarkan pesan yang hampir sama. Tujuannya sama-sama untuk mengabarkan bahwa beberapa rumah sakit rujukan pasien Covid-19 sedang membutuhkan bantuan alat medis. Bahkan tak sampai 5 menit, pesan yang diunggah ke Twitter itu sudah di-retweet puluhan akun. Begitu juga ketika membuka Instagram, ada Jojo, si maskot kesayangan Persebaya yang aktif mengunggah pesan Stay at Home dan mengajak teman-teman maskot klub lainnya untuk ikut berkampanye.

Hmm… Sebentar.

Kita tentu ingat betul ketika beberapa bulan lalu dihebohkan dengan rencana Menpora untuk memngadakan Jambore Suporter Indonesia. Saat itu beliau mengatakan bahwa tujuan kegiatan ini adalah untuk mempersatukan para suporter di Indonesia demi menyukseskan Piala Dunia U-20. Namun, rencana itu sempat diragukan oleh banyak pihak karena dianggap tidak menjamin dapat mengurangi rivalitas yang berujung pada kekerasan suporter.

Kita juga pasti sangat paham bahwa kekerasan suporter yang pernah terjadi disepakbola kita adalah hal yang buruk. Seluruh kelompok suporter bahkan sepakat untuk mengutuk kejadian tersebut. Ya, karena kejadian itu sama sekali tidak manusiawi. Benar-benar tidak mencerminkan nilai kemanusiaan.

Nah, ketika saat ini kita dihadapkan dalam kondisi darurat akibat wabah Covid-19, sudah sepantasnya para kelompok suporter ikut bekerja sama membantu sesama manusia yang membutuhkan. Kini Bonek memulainya dari Surabaya. Mereka berkolaborasi dengan pihak rumah sakit rujukan, teman tenaga medis, dan pihak-pihak lain yang cukup memiliki akses untuk dapat memberikan bantuan.

BACA:  Ikuti Jejak Aryn, David dan Mahmoud Eid Mudik Malam Ini

Tak hanya itu, apa yang sempat dilakukan Jojo dengan mengajak teman-teman maskot klub lain pun sebenarnya bagus untuk dilakukan teman-teman Bonek dan suporter lainnya. Misalnya, Bonek berkolaborasi dengan Ultras (Gresik), LA mania (Lamongan), dan Deltamania (Sidoarjo). Nantinya bantuan yang sudah terkumpul dapat disalurkan ke rumah sakit rujukan yang berada di daerah sekitarnya masing-masing.

Tentunya ajakan ini juga dapat dilakukan oleh suporter yang berada di luar Surabaya. Gerakan kemanusiaan ini sekaligus menjadi jawaban bahwa rivalitas tak ada artinya dibanding dengan kemanusiaan itu sendiri. Mungkin saat ini Bonek melakukannya di Surabaya, namun bukan tak mungkin suporter-suporter klub lain juga melakukannya di daerah mereka masing-masing dan sekitarnya. Bahkan bukan tak mungkin jika nantinya teman-teman Bonek dan Aremania (Malang) ikut membantu membuka donasi bantuan alat medis bagi rumah sakit di Jakarta bersama dengan The Jak.

Bonek sebelumnya sudah pernah mengetuk pintu hati kita untuk memberikan bantuan pada korban tsunami dan gempa bumi, lalu membangun panti asuhan dan memberikan boneka pada anak-anak penderita kanker, kini mereka melanjutkannya dengan memberikan bantuan pada tenaga medis yang sedang berada di garis depan penanganan Covid-19. Mereka paham betul bahwa sebagai salah satu komunitas yang memiliki jumlah massa besar dapat menjadi aset dalam suatu gerakan.

Suporter memiliki massa yang cukup banyak untuk melakukan gerakan perubahaan dan mereka harus mampu memanfaatkan itu sebagai keuntungan. Setiap kegiatan positif yang mereka lakukan nantinya juga mampu meningkatkan harga diri kolektif kelompok mereka yang sekaligus mempertahankan eksistensi.

Bonek dan Surabaya sudah melakukannya, kalian kapan? Ayo, wani!

Cegah Virus Corona, Suhu Badan Pemain Persebaya Dicek

Komentar Artikel