Dua Cinta, Satu Hati: Kisah Bonek Mencintai Persebaya dan Persija

Foto: Rizka Perdana Putra/EJ

Saya ini pecinta olahraga, tak terkecuali sepak bola. Lahir di Kota Pahlawan membuat saya jelas memiliki darah Bonek, begitupun dengan keluarga dan lingkungan sekitar. Dari kecil hingga sekarang ketika mendengar istilah Bonek, saya merasa menjadi bagian itu. Dan saya bangga.

Tapi bagi saya, 6 tahun adalah waktu yang cukup lama untuk bisa menyukai klub bola. Saya mulai membeli jersey, merchandise, bahkan datang ke stadion untuk melihat langsung pertandingannya. Mencoba ikut senang saat pemain favorit mencetak gol, bahkan ikut teriak bersama suporter lain. Awalnya kurang nyaman, tapi melihat pacar saya berteriak dan menyanyikan lagu-lagu kebanggaan, saya pun menikmati. Nada dan kalimat dari lagu itu bahkan terngiang di setiap isi perjalanan. Hingga sampai 6 tahun saya pun menjadi sayang dengan semua tentang olahraga ini.

Oiya, saya lupa. 6 tahun yang saya ceritakan itu adalah saat saya merantau di Jakarta, dan klubnya adalah Persija Jakarta. Ironis memang, darah Bonek tapi juga mencintai Persija. Tapi apa salah?

Halaman 1 2 3

Komentar Artikel