Menunggu COK The Series sebagai Sarana Silaturahmi Antar Suporter

Diskusi COK persembahan BWF

Cangkrukan Online Kita (COK) adalah sebuah diskusi online yang dimotori oleh Bonek Writer Forum (BWF). Menggunakan aplikasi Zoom, acara tersebut sudah dilakukan sebanyak empat kali dan sejauh ini.

COK ini diadakan sebenarnya sebagai salah satu ajang mengenalkan buku yang akan diterbitkan oleh Universitas Muhammadiyah Surabaya. Buku yang berisi tulisan-tulisan dari para penghuni BWF. Penulis berasal dari berbagai kalangan mulai dari dosen, jurnalis, mahasiswa, pegawai pemerintahan, pegawai swasta, dll. Buku ini diberi judul “Tolak Bala Sepak Bola”. Buku kedua setelah yang pertama berjudul “Make Persebaya 92eat Again”.

Pada COK edisi 1 (7/5), diskusi mengambil tema “Aksi Kemanusiaan Seputar Sepak Bola” menghadirkan Agnes Santoso jurnalis TV dan dua dosen yakni RN Bayu Aji dan Fajar Junaidi. Pada masa pandemik Covid ini menjadikan diskusi menjadi menarik. Dilanjut edisi kedua (9/5) dengan tema “Bencana Itu Bernama Sepak Bola”. Yamadipati Seno, redaktur Mojok.co berbicara bersama Dianita Iushinta, seorang psikolog dan Dhion Prasetya dari Stats Rawon.

Dua edisi berikutnya yakni COK 3 (13/5) membahas “Media Suporter dan Pemain Saat Laga Terhenti”. Iwan Iwe dan Bimo dari portal Emosijiwaku.com didampingi moderator Riffi Alawi salah satu alumni Cak Suroboyo. Dan terakhir (16/5) dilangsungkan COK 4 dengan tema “Sepak Bola Itu Tragedi, Perang, dan Solidaritas”. Obed Bima seoarang dosen DKV UK Petra, Hari Setiawan dari Portal Jember, Andhi Mahligai dari Bonek Jabodetabek dan seorang ASN secara rinci membahas bersama-sama.

BACA:  Ini Beda Kepelatihan Alfredo dan Bejo Menurut Pemain

Karena diskusi berlangsung secara online dan terbuka maka para peserta tidak terbatas hanya datang dari Surabaya saja. Ada juga dari Jakarta, Yogyakarta, Demak, Makasar, Jember, Bali dan kota-kota lainnya. Diskusi semakin menarik karena bukan hanya dari kalangan Bonek yang hadir. Ada suporter lain yang juga hadir di antaranya Jakmania, Pasoepati, Brajamusti, Red Gank, dll.

Bahkan terlihat di layar aplikasi Zoom, ada nama-nama seperti admin Infosuporter, official klub Liga 1, bahkan hadir juga Achsanul Qosasi (AQ) presiden klub Madura United. Pak AQ hadir pada sesi keempat. Yang juga dihadiri presiden Red Gank salah satu suporter PSM Makassar.

BACA:  Dengan Cara Apapun, Semua Berhak Mencintai Persebaya

Dari edisi 1 sampai 4, penulis mengambil saripati dari diskusi tersebut di antaranya adalah bahwa kemanusiaan jauh lebih penting dari sepak bola. Kehidupan sepak bola yang tidak hanya 90 menit tetap harus berjalan baik dari sisi pemain, official, wasit bahkan sampai di dunia suporternya. Termasuk juga stakeholder lain seperti pemerintahan dan federasinya.

Karena sangat banyaknya peminat dan harapan adanya edisi-edisi COK berikutnya, penulis berharap agar teman-teman BWF segera mengagendakan acara tersebut menjadi sebuah COK Series layaknya film atau drama Korea. Bisa jadi nanti di acara BWF ini, Bonek bisa satu Zoom dengan Aremania, Jakmania, Bobotoh, LA Mania, BCS, Slemania, Brajamusti, Pasoepati, Paserbumi dan semua suporter sepak bola Indonesia. Bahkan bisa juga nanti ada Ultras Malaya yang bergabung atau suporter luar lainnya. Karena sepak bola adalah salah satu hiburan dan alat silaturahmi buat kita semua.

Salam satu nyali!

Komentar Artikel