Sosok Benny Van Breukelen, Pelatih Kiper Persebaya

Mustaqim dan Benny Van Breukelen. Foto: Rizka Perdana Putra/EJ

Musim 2020, Persebaya mendatangkan pelatih kiper baru menggantikan M. Hadi yang sebelumnya bersama tim Bajol Ijo sejak Liga 2 2017. Ia adalah Benny Van Breukelen. Benny lahir pada 1964 di Medan, Sumatera Utara. Ayah Benny berasal dari Belanda dan Ibunya berasal dari Indonesia. Benny masih saudara jauh dari Hans van Breukelen, kiper Timnas Belanda yang menjuarai Piala Eropa 1988. Dahulu, Benny pernah membela NIAC Mitra sejak 1986 hingga 1989

Ayah Benny berasal dari kota Eindhoven. Tak mengherankan jika PSV Eindhoven adalah klub favoritnya di Belanda. Ia menguasai bahasa Belanda tetapi dalam kesehariannya, Benny lebih suka memakai berbahasa Inggris. Benny pernah mengunjungi Belanda ketika ia melakukan pemusatan latihan bersama Timnas Indonesia. Pada saat itu, Timnas melakukan pertandingan persahabatan melawan ADO Den Haag. Saat itu pula, ia mengunjungi Hans Van Breukelen yang menjadi kiper di PSV Eindhoven.

Benny membela Timnas Indonesia sebanyak 25 kali. Termasuk dua pertandingan di Eropa yang salah satunya adalah pertandingan melawan ADO Den Haag tersebut. Pertandingan itu adalah pertandingan yang tidak bisa ia lupakan. Dia membuat banyak penyelamatan dan dia merasa bangga. Pertandingan lainnya adalah saat Timnas melawan tim Jerman Bayer Eurdingen pada 1989.

BACA:  Irfan Jaya, Persebaya, dan Corona

Benny mendapatkan tiga gelar selama karir profesionalnya. Yaitu pada saat bergabung bersama PSMS Medan pada 1980, NIAC Mitra 1988, dan Arseto Solo pada 1992. Sebagai pelatih, ia mendapatkan dua gelar yaitu saat bergabung bersama Persiba Bantul dan yang terkini Piala Gubernur Jatim bersama Persebaya Surabaya.

Sebelum bergabung dengan Persebaya, Benny menjadi pelatih kiper di Tira Persikabo. Bagi Benny, Persebaya adalah klub terbesar di Indonesia. Itulah salah satu alasan mengapa Benny memutuskan untuk bergabung dengan Persebaya.

Alasan lainnya adalah Benny menemukan atmosfer yang berbeda di Persebaya dibanding klub yang sebelumnya. “Di Tira Persikabo, hanya ada 200 orang yang datang ke stadion di setiap pertandingan. Sedangkan di Surabaya, ada hampir 50.000 orang yang selalu mendukung ketika Persebaya bermain,” ujar Benny.

BACA:  Irfan Jaya, Persebaya, dan Corona

Suporter persebaya sangat fanatik baginya. Benny juga tidak datang sendiri, ia mengajak Angga Saputra dari Tira Persikabo. Menurutnya Angga Saputra merupakan salah satu kiper terbaik di Indonesia saat ini.

Ketika ditanya tentang siapa kiper terbaik di dunia saat ini Benny menjawab Alisson Becker, kiper Liverpool FC. (*)

*) Rick Braker merupakan Bonek asli Belanda yang sangat mengidolakan Persebaya. Ia sempat datang ke Indonesia untuk menonton Persebaya. Saat ini, Rick berada di Belanda dan sedang mendalami Bahasa Indonesia. Tulisan ini merupakan karyanya hasil wawancara eksklusifnya bersama Aryn Williams. Ia bisa ditemui di instagram @bonek_belanda. Kisahnya selama di Indonesia bisa disimak di sini.

Komentar Artikel