Persebaya Sak Lawase

66
Ki-ka: Zulfikar Ahmad, Azrul Ananda, Koko Ari Araya, M. Kemaluddin. Foto: Joko Kristiono/EJ

Persebaya itu yo Bonek. Orang yang lahir dan hidup di Surabaya pastilah mengaku suportere Persebaya alias Bonek. Masio gak ngerti bal balan, opo maneh sing gak iso main bal balan. Sing jelas lak mesti ngaku Bonek. Opo maneh Bonek saiki bedo karo jamanku pas sekolah biyen.

Sebagai wong Suroboyo asli yang lahir, sekolah, kerjo nang Suroboyo. Pastine yo Persebaya itu harga mati, gak iso ditawar-tawar maneh. Mulai kenal Persebaya saat itu belum ada istilah Bonek sekitar tahun 1994 kala itu pemain idola adalah sang kiper Basuni Alwi. Sampek saiki jamane Rachmat Irianto, Koko Ari, Persebaya selalu di hati, Persebaya sak lawase.

Jaman SD, mbelani sepedaan dari jojoran menuju Karanggayam Tambaksari cuma untuk melihat pemain idola latihan dan leyeh-leyeh di Mess Karanggayam. Pada saat pertandingan Liga Dunhill, nonton Persebaya diajak orang tua beli tiket uyel-uyelan, mbolos sekolah panas-panasan, di depan stadion Tambaksari mulai antri jam 09.00, padahal mainnya jam 15.30.

Dua kali juara Liga Indonesia, dua kali pula mengikuti konvoi arak-arakan pemain Persebaya keliling kota Surabaya menggunakan jersey Persebaya dengan merk rokok dan merk lampu. Merinding selama perjalanan konvoi kala itu dengan diiringi chant yang sering diputar di stadion Tambaksari saat Persebaya bertanding.

Jaman saiki tuku tiket wes online, nribun wes aman, stadione tambah ombo, jersey ne tambah apik, manajerial oke, sponsore akeh, Boneknya semakin dewasa. Mantul Rek! Mantap Betul.

Persebaya waktu itu dan Persebaya masa kini dan Boneknya telah berubah, tidak lagi sama. Carut marut kompetisi dan dualisme Persebaya tidak menjadikan lupa akan jatidiri sebagai Bonek asli Suroboyo. Pergantian pemain dan pelatih, pergantian manajerial, pergantian status pengelolaan, pergantian image suporter, pergantian stadion kandang. Sampai kiamat wong mangap akan selalu hidup. Persebaya Surabaya dan Boneknya akan selalu hidup. Sampai tuwek, sampai elek, kami selalu mendukungmu.

BACA:  93lora Semangat Persebaya

Menuju usia 93 tahun, segenap doa dan harapan akan prestasi tak pernah padam. Dukungan untuk menjadi Persebaya yang wani, ngeyel, ngosek selalu menggema setiap nribun. Support mental, spirit, dan material akan selalu Bonek berikan yang terbaik untuk nama baik Persebaya, Surabaya, dan Bonek sendiri. Semoga di tiap akhir kompetisi menjadi Juara kembali seperti waktu itu. Amin…

Persebaya Kami Haus Gol Kamu!
Persebaya Wani!

*) Tulisan ini adalah salah satu tulisan yang diikutkan dalam “EJ Sharing Writer Contest” edisi Juni 2020. Dengan tema Arti Ultah 93 Persebaya Bagimu, kontes dibuka hingga 30 Juni 2020. Kirim tulisanmu ke email: [email protected]

Komentar Artikel