93lora Semangat Persebaya

Foto: Joko Kristiono/EJ

Persebaya adalah fenomena, tak hanya di Surabaya, tapi Jawa Timur, bahkan induk sepak bola Indonesia. Iya, Persebayalah salah satu andil dari terbentuknya PSSI. Tapi skip dulu sejarah itu. Kali ini saya ingin cerita tentang memori pribadi tentang Persebaya.

Saya mengenal Persebaya sejak kecil, teringat jelas pertandingan pertama yang saya tonton waktu melawan Persema Malang di Gelora 10 November. Waktu itu masih kelas 2 SD, kemungkinan di tahun 2000-an. Juga teringat jersey pertama yang saya miliki bertuliskan Aji S. dengan nomor 3-nya. Benar-benar saya dibuat jatuh cinta saat itu, masih bingung dengan apa yang saya rasakan melihat begitu penuh nya tribun dengan warna hijau dan nyanyian-nyanyian dukungan untuk Persebaya.

BACA:  Bintang 93milang Itu Bernama Persebaya Surabaya

Puncak masa jaya Persebaya di tahun 2004 dengan merengkuh gelar juara di kasta tertinggi kompetisi, waktu itu masih Divisi Utama. Kemudian musim selanjutnya, badai mulai menghampiri Persebaya, dimulai dari dihukumnya Persebaya tidak boleh mengikuti kompetisi selama 2 tahun, lalu setalah kembali dari masa hukuman, entah kenapa prestasi sulit sekali diraih, bahkan lebih tenggelam saat Persebaya dipaksa mati oleh PSSI. Lima tahun lebih Persebaya tertidur, belum lagi soal dualisme klub antara Persebaya 1927 dan “Persebaya” ISL, juga PSSI dan KPSI. “Mereka” seperti kacang lupa kulitnya.

Halaman 1 2 3

Komentar Artikel