93lora Semangat Persebaya

36
Foto: Joko Kristiono/EJ

Persebaya adalah fenomena, tak hanya di Surabaya, tapi Jawa Timur, bahkan induk sepak bola Indonesia. Iya, Persebayalah salah satu andil dari terbentuknya PSSI. Tapi skip dulu sejarah itu. Kali ini saya ingin cerita tentang memori pribadi tentang Persebaya.

Saya mengenal Persebaya sejak kecil, teringat jelas pertandingan pertama yang saya tonton waktu melawan Persema Malang di Gelora 10 November. Waktu itu masih kelas 2 SD, kemungkinan di tahun 2000-an. Juga teringat jersey pertama yang saya miliki bertuliskan Aji S. dengan nomor 3-nya. Benar-benar saya dibuat jatuh cinta saat itu, masih bingung dengan apa yang saya rasakan melihat begitu penuh nya tribun dengan warna hijau dan nyanyian-nyanyian dukungan untuk Persebaya.

Puncak masa jaya Persebaya di tahun 2004 dengan merengkuh gelar juara di kasta tertinggi kompetisi, waktu itu masih Divisi Utama. Kemudian musim selanjutnya, badai mulai menghampiri Persebaya, dimulai dari dihukumnya Persebaya tidak boleh mengikuti kompetisi selama 2 tahun, lalu setalah kembali dari masa hukuman, entah kenapa prestasi sulit sekali diraih, bahkan lebih tenggelam saat Persebaya dipaksa mati oleh PSSI. Lima tahun lebih Persebaya tertidur, belum lagi soal dualisme klub antara Persebaya 1927 dan “Persebaya” ISL, juga PSSI dan KPSI. “Mereka” seperti kacang lupa kulitnya.

Miris sekali melihat kondisi Persebaya waktu itu. Hingga harapan ada di tahun 2017, perjuangan militan Bonek ke Jakarta dan Bandung tak sia-sia, Persebaya akhirnya bangun dari tidurnya setelah sekian lama. Persebaya boleh mengikuti kompetisi resmi, meskipun dimulai dari kasta kedua, tapi tak jadi masalah. Persebaya tetaplah Persebaya, dengan sejarah, nama besar, dan suporternya yang tak bisa dipandang sebelah mata. Terbukti baru 1 musim berkompetisi, Persebaya berhasil menjuarai Liga 2 dan langsung promosi ke Liga 1. Yah, meskipun 2 musim di Liga 1 belum menjadi juara, prestasi Persebaya sebagai “anak baru” bisa dibilang cukup memuaskan.

BACA:  Hilangkan Gengsi, Mari Evaluasi

Sekarang Persebaya sudah berusia 93 tahun, bukan waktu yang pendek tentunya setalah mengenal Persebaya selama 20 tahun. Dari masih anak-anak sampai sekarang hampir punya anak, dari ke stadion ditemani ayah sampai sekarang hampir jadi ayah.

Long Live, Persebaya. Saya masih ingin melihat mu tetap survive di tahun-tahun selanjutnya. Saya ingin Persebaya tetap jadi salah satu hiburan keluarga kecil ku. Kalau musim ini masih memungkinkan untuk dilanjutkan, harapan tentunya ingin Persebaya jadi juara Liga 1.

Aamiin, wani juara!

*) Tulisan ini adalah salah satu tulisan yang diikutkan dalam “EJ Sharing Writer Contest” edisi Juni 2020. Dengan tema Arti Ultah 93 Persebaya Bagimu, kontes dibuka hingga 30 Juni 2020. Kirim tulisanmu ke email: [email protected]

Komentar Artikel