Persebaya, Sang Le93nda

105
Foto: Rizka Perdana Putra/EJ

Legenda itu bernama Persebaya Surabaya, yang didirikan oleh M. Pamoedjie pada 18 Juni 1927. Kala itu masih bernama Soerabajasche Indische Voetbal Bond (SIVB).

Pada era perserikatan, Persebaya adalah tim yang memiliki seabreg prestasi istimewa. Persebaya adalah salah satu raksasa perserikatan. Sudah dua kali Persebaya menjadi juara di tahun 1978 dan 1988, dan lima kali persebaya menduduki di peringkat kedua pada tahun 1965, 1971, 1973, 1987, dan 1990.

Gelora 10 November adalah “rumah besar” bagi tim kebanggaan arek-arek Suroboyo, dan itu akan mengingatkan wisma Eri Irianto, Karanggayam Surabaya. Mess tersebut bukan hanya bangunan tua yang pernah menjadi konflik dengan pemkot (Pemerintah Kota). Di dalamnya banyak cerita mengenai klub yang berasal dari Kota Pahlawan tersebut, berjajar rapi puluhan trofi dan piala yang pernah diraih Persebaya.

Trofi dan piala itu memanglah hanya benda mati yang kosong, tetapi semua benda tersebut adalah saksi kejayaan Persebaya. Sepanjang dan sebesar itu kah perjalanan persebaya? Ya benar!

Persebaya tak boleh dipermainkan oleh siapapun, termasuk oleh pecintanya sendiri! Nama itu harus kita jaga bersama.

“Seng mayak-mayak mungsuhe Bonek” mungkin begitu kata yang pantas kita ucapkan, di saat sang kebanggaan dipermainkan oleh tangan-tangan serakah. Karena pada dasarnya membangun memanglah lebih mudah daripada menjaganya.

Jika kita tidak bisa membangun setidaknya memperbaiki, jika kita tidak bisa memperbaiki, setidaknya kita menjaga.

Aku, kamu, kita semua bisa kapanpun berhenti menjadi bagian dari Persebaya (Bonek). Tetapi, Persebaya tak boleh berhenti pada bagian manapun. Karena, kau adalah sang le93nda “Persebaya Surabaya”. Jangan berhenti dan jangan pernah mati, karena sudah banyak yang mati demi menjagamu.

BACA:  Motivasi dari Persebaya

#KitaPersebaya

*) Tulisan ini adalah salah satu tulisan yang diikutkan dalam “EJ Sharing Writer Contest” edisi Juni 2020. Dengan tema Arti Ultah 93 Persebaya Bagimu, kontes dibuka hingga 30 Juni 2020. Kirim tulisanmu ke email: [email protected]

Komentar Artikel