Bintang 93milang Itu Bernama Persebaya Surabaya

Foto: Joko Kristiono/EJ

“Di dalam stadion, kita bersaudara
Satu cita dukung Persebaya
Semangat membara, bernyanyi bersama
Demi sebuah asa jadi juara

Terbanglah tinggi kau di angkasa
Tunjukan pada semua mata dunia
Surabaya pun juga punya kebanggaan
Green Force Persebaya Emosi Jiwaku

Semangat kami tak pernah padam
Suara kami pun takkan pernah hilang
Yakinilah bahwa kau takkan sendirian
Di sini kami selalu mendukungmu”

Sebuah lirik chant berjudul “Persebaya Emosi Jiwaku” yang sering dinyanyikan Bonek untuk membakar semangat para pemain di lapangan. Kita tahu bahwa loyalitas Bonek untuk Persebaya dalam setiap pertandingan tidak main-main. Tak jarang nyawa melayang demi mengawal tim kebanggaan Persebaya Surabaya dalam bertanding.

Orang awam yang tidak begitu peduli dengan sepak bola mungkin menganggap bahwa tindakan itu bodoh dan tak masuk akal. Namun, mereka yang benar-benar mencintai olahraga ini dapat merasakan betapa besarnya cinta dan pengorbanana Bonek untuk Persebaya. Apapun mereka lakukan untuk mengawal kebanggaan menuju kejayaan, walau kadang yang mereka lalukan kadang di luar nalar dan akal sehat.

BACA:  93 Tahun Persebaya, Perayaan Sederhana dan Berbeda, Namun Penuh Makna

Persebaya adalah tim besar yang syarat akan sejarah panjang. Sebuah identitas untuk sebagian besar masyarakat Surabaya. Apa yang dilakukan Bonek semata-mata untuk menjaga dan memperjuangkan agar indentitas Kota Pahlawan tetap ada dan semakin membanggakan.

Oleh sebab itu, jika ada yang merusak atau bahkan ingin melenyapkan Persebaya Bonek tak segan untuk bertarung sampai titik darah penghabisan. Semangat darah juang arek-arek Suroboyo dalam mengusir penjajah masih mengali derar dalam diri para Bonek.

BACA:  Ber93rak Bersama

Tentu masih segar dalam ingatan kita bagaimana perjuangan dulur-dulur Bonek dalam mempertahankan identitas asli Persebaya yang ingin dirusak segelintir oknum. Membuat Persebaya abal-abal demi kepentingan pribadi. Suka duka dilalui bersama bahkan puasa nyetadion bertahun-tahun mereka rasakan demi mempertahankan identitas asli tim kebanggaan.

93 tahun sudah Persebaya malang melintang didunia persepak bolaan Indonesia. Selama itu juga Persebaya berjuang dalam suka maupun duka dalam kejayaan maupun keterpurukan. Perjuangan belum berakhir, kau baru bangun dari tidur panjangmu kini saatya beranjak dan berlari kencang. Kembali ke masa dimana kau seperti bintang yang bersinar terang.

Longlive Persebaya Surabaya! Wani!

Komentar Artikel