“Loss Gak Rewel”, Kalimat Pembangkit Semangat

bonek
Bonek di laga Persebaya lawan Madura United. Foto: Joko Kristiono/EJ

Tulisan ini saya awali dengan menceritakan pengalaman saya melihat segerombolan Bonek pendukung Persebaya yang mau menyaksikan tim kesayangan mereka berlaga. Waktu itu saya melihat mereka berada di sebuah warung kopi tempat mereka berkumpul. Kemudian dua orang dari mereka bilang bahwa mereka belum punya persiapan uang. Salah satu dari mereka nyeletuk bilang loss gak rewel pokok budal. Seketika semangat mereka bangkit dan langsung berangkat dengan menumpang dari truk ke truk sampai ke stadion tanpa memikirkan bahaya yang bakal mereka hadapi.

Saya agak kaget dan terheran melihat semangat mereka tiba-tiba muncul dan bangkit hanya dari sebuah kalimat loss gak rewel. Mungkin seperti itu ketika Surabaya waktu melawan penjajah Belanda, hanya sebuah kalimat Takbir, mereka langsung menyerang Belanda dengan membabi buta. Ternyata watak dan karakter arek-arek Suroboyo sudah terbentuk dari dulu untuk berjuang demi kota tercinta mereka dalam situasi apapun.

BACA:  93 Tahun Persebaya untuk Bonek dan Masyarakat Surabaya

Sekarang kita menengok tim Persebaya di ulang tahun ke 93 ini. Apakah mereka mempunyai semangat yang sama seperti Bonek pendukung mereka yang berjuang untuk selalu mendukung Persebaya dalam situasi apapun. Mungkin semangat tim sama dengan Bonek namun belum maksimal karena mereka tidak lahir di Surabaya. Sehingga semangat mereka harus selalu dibangun untuk mencintai Kota Surabaya lewat Persebaya.

Apakah itu cukup hanya semangat mencintai kota Surabaya? Saya rasa itu adalah pondasi dasar untuk melangkah lebih tinggi. Tanamkan kepada semua jajaran tim bahwa mereka mewakili semangat rakyat Surabaya yang begitu mencintai Persebaya. Tentunya juga didukung dengan latihan yang keras, menjalankan strategi pelatih, tidak mudah menyerah, dan berdoa pada Tuhan. Itulah tugas dari tim Persebaya. Begitu pun dengan manajemen. Mereka harus memastikan keberlangsungan hidup Persebaya dari segi finansial seperti gaji tim, sponsor, dan kebutuhan operasional yang lain.

BACA:  Persebaya Sak Lawase

Ke depan persebaya harus menjadi tim yang paling profesional dari segi manapun dan menjadi contoh bagi tim lain di Liga Indonesia. Karena hasil tidak akan mengkhianati sebuah proses.

Amiin… (*)

Komentar Artikel