Melalui Presidennya, Persita Juga Tolak Liga 1 2020 Dilanjutkan

Foto: Persitafc.com
Iklan

EJ – Persita Tangerang menjadi klub kelima yang ikut menolak Liga 1 2020 dilanjutkan. Tim berjuluk Pendekar Cisadane ini menyusul Persebaya, Barito Putera, Persik, dan Persipura. Melalui Presidennya, Ahmed Rully Zulfikar, Persita menyebut masalah kesehatan dan perkembangan wabah Covid-19 yang makin memburuk menjadi alasan pihaknya meminta kompetisi dihentikan.

“Ya ini masalah kesehatan dan kondisinya sekarang bukan semakin baik, malah makin bertambah. Hari ini seribu lagi, setiap hari penambahan yang positif seribuh lebih,” kata Ahmed Rully, dikutip dari medcom.id.

Jauh sebelum penolakan ini, Persita telah meminta kompetisi kasta tertinggi tanah air ini tidak dilanjutkan. Meski ada protokol kesehatan dari PSSI, Persita tetap keukeuh menolak.

“Saya dari awal konsisten, bukannya enggak mau dilanjutkan, ya ini karena terlalu berisiko. Buat saya lebih baik tahun ini berhenti dulu kompetisi,” lanjut Ahmed.

Iklan

“Banyak sekali indikatornya. Soal keamanan, keselamatan dan kesehatan pemain. Jadi, bukan rapid test kemudian menyelesaikan masalah,” tambahnya.

Ahmed Rully juga khawatir jadwal kompetisi kacau jika ada pemain yang positif Covid-19. “Kalau ada dikarantina, otomatis jadwalnya berubah. Kalau jadwal sudah berubah, otomatis waktu kompetisi mundur lagi. Bagaimana kompetisinya nanti?,” pungkas Ahmed.

PSSI telah menerbitkan Surat Keputusan (SK) bernomor SKEP/53VI/2020 untuk menggulirkan kembali kompetisi pada Oktober 2020. Tak hanya Liga 1, PSSI juga memastikan Liga 2 dan Liga 3 akan bergulir serentak di bulan yang sama.

Dalam SK tersebut PSSI meminta klub melakukan revisi kesepakatan kontrak kerja yang telah disepakati dan ditandatangani sebelumnya. Untuk pembayaran gaji pemain dan staf pelatih dipotong sebesar 50 persen selama kompetisi berlangsung. Selain itu, Liga 1 akan dipusatkan di Pulau Jawa.

Klub-klub di luar Pulau Jawa akan berhomebase di Yogyakarta dengan dibantu pembayaran penyewaan hotel dari PSSI.

PSSI juga memutuskan tidak ada degradasi untuk Liga 1 2020. Namun, tetap ada dua tim Liga 2 2020 yang promosi ke Liga 1 2021 tahun depan. PSSI juga sudah menambahkan dana subsidi setiap bulan ke klub menjadi Rp 800 juta. Sebelum pandemi, klub hanya mendapatkan dana sebesar Rp 520 juta. (iwe)

Komentar Artikel

Iklan

No posts to display