#WaniMaskeran : Pelibatan Komunitas dalam Memerangi Pandemi Korona

Ilustrasi : Dok Tribun

Propinsi Jawa Timur, khususnya kota Surabaya yang menjadi ibukotanya, menjadi sorotan dalam penanganan pandemi Covid-19. Kota ini menjadi zona merah, bahkan menjadi zona hitam. Jawa Pos edisi 9 Juli 2020 menulis berita utama berjudul Surabaya Paling Banyak Korban Virus Korona. Dalam beritanya, media utama di Jawa Timur ini menuliskan bahwa Surabaya menjadi kota dengan angka kematian pasien positif korona tertinggi di Indonesia.

BACA:  Persija Jamu Persebaya di Stadion PTIK

Jawa Pos mengutip  data terbaru Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (GTPPC-19) sehari sebelum berita mereka turunkan (8/7). Secara statistic, Surabaya mencatatkan total angka kematian sebanyak 525 orang. Dengan rasio 17,8 kematian per 100 ribu penduduk. Data ini menunjukan bahwa tiap 100 ribu penduduk terdapat 17–18 orang yang meninggal karena kasus positif korona.

M.Atoilaah Isfandari dalam artinya yang berjudul Dua Penyebab Utama Kasus Covid-19 di Jawa Timur Terparah Hingga Melampaui DKI Jakarta, yang dipublikasikan di The Conversation pada tanggal 13 Juli 2020 menyebutkan bahwa angka ketidakpatuhan penggunaan masker di Jawa Timur mencapai 70% saat berakvitas ekonomi dan sosial di luar rumah. Hal ini menunjukan bahwa hanya sekitar sepertiga penduduk yang menggunakan masker saat berinteraksi di ruang publik.

Halaman 1 2 3 4 5

Komentar Artikel