#WaniMaskeran : Pelibatan Komunitas dalam Memerangi Pandemi Korona

Temuan itu merupakan hasil evaluasi implementasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Surabaya Raya (Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik) tahap pertama dan kedua yang dilakukan pada Mei. Survei digelar oleh Perhimpunan Sarjana dan Profesional Kesehatan Masyarakat Indonesia (PERSAKMI) Jawa Timur dan Ikatan Keluarga Alumni Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga. Dari survei ini ditemukan mayoritas responden, sekitar 62%, tidak menjaga jarak fisik 1-2 meter saat beraktivitas di luar rumah.

BACA:  Djanur Berharap Sisi Positif Laga Tunda Derby Suramadu

Survei serupa dari lembaga yang sama yang dilakukan pada tanggal 23-24 Juni memperlihatkan ada peningkatan kepatuhan masyarakat dalam melaksanakan protokol kesehatan meski belum mencapai 80%. Penggunaan masker dan menjaga jarak fisik merupakan protokol kesehatan yang paling mudah dilaksanakan, bisa diamati dan dievaluasi pelaksanaannya sehingga level kepatuhan masyarakat terhadap protokol ini bisa diukur.

Tidak kurang upaya pemerintah kota Surabaya maupun pemerintah propinsi Jawa Timur melakukan kampanye sosial kepada warga untuk menjalankan protokol kesehatan pencegahan virus Covid-19. Memakai masker menjadi salah satu isu utama yang dikomunikasikan kepada warga melalui aktivitas promosi kesehatan. Sayangnya upaya promosi kesehatan yang bersifat top down ini gagal memberikan penyadaran kepada publik untuk menjalankan protokol kesehatan pencegahan penyebaran virus Covid-19.

Halaman 1 2 3 4 5

Komentar Artikel