Bonek dan Pengaruh Terhadap Persebaya

Foto: Joko Kristiono/EJ

“Karena itu, mulailah dari diri kita, jangan lelah untuk memberikan sosialisasi kebaikan sekecil apapun itu”

Bonek, siapa yang tidak kenal dengan nama suporter sepak bola yang fanatis ini? Bagaimana tidak, bonek kini terkenal karena fanatisme mereka terhadap tim kebanggan mereka, yaitu Persebaya.

Di manapun Persebaya bertanding hampir dapat dipastikan ada Bonek. Hal ini tentu saja menjadi keuntungan bagi pihak Persebaya dan penyelenggara pertandingan, karena kehadiran suporter ini tentu saja akan membuat tiket yang disediakan saat itu jadi terjual. Belum lagi pada saat pertandingan Big Match dan Super Big Match kala Persebaya bertanding di Gelora Bung Tomo.

Tidak berhenti sampai di situ saja, penjualan jersey Persebaya juga laku keras dalam kurun waktu yang singkat. Sehingga dari sini dulu, apabila kita lihat dari kacamata ekonomi, maka sudah jelas bahwa Bonek ini mampu mengambil sebagian besar persen sumber pemasukan dari tim Persebaya.

Sehingga apabila bonek tidak dapat hadir kala pertandingan Persebaya, maka Persebaya pun akan kehilangan beberapa persen pemasukan yang biasa mereka dapatkan dari Bonek. Hal ini pernah terjadi ketika Persebaya mendapatkan hukuman larangan bertanding dengan penonton, dikarenakan aksi Bonek yang kecewa kepada tim mereka saat bertanding dengan PSS Sleman pada lanjutan liga satu 2019 putaran kedua saat itu.

Pasca pertandingan, ada banyak tindakan Bonek yang melanggar hukum yang berakibat pada dilarangnya Persebaya bertanding dengan suporter kebanggaan mereka. Mungkin ini ditujukan untuk memberi efek jera kepada para oknum suporter supaya tidak terjadi pengulangan aksi pelanggaran hukum.

Namun masalahnya, tidak hanya Bonek yang mengalami kerugian. Pihak penyelenggara pun juga tidak mendapatkan hasil penjualan tiket, dan tidak berhenti di situ saja, karena Persebaya juga harus membayar denda. Adapun pada saat liga satu 2018, Persebaya menerima denda sampai pada nominal satu milyar. Sehingga banyak media yang mengatakan Persebaya sudah tidak berhak mendapatkan hadiah dari hasil juara liga dua di tahun kompetisi yang sebelumnya, karena total denda itu sudah setara dengan hadiah juara liga dua. Kerugian ini tidak dikarenakan tim Persebaya, namun juga tidak sepenuhnya salah dari Bonek.

BACA:  Laga Tanpa Penonton Bukan Jawaban

Dari pembahasan singkat di atas, sebenarnya kita dapat melihat bahwa Persebaya dan Bonek memiliki hubungan interaksi yang saling memberikan pengaruh. Terutama yang paling kelihatan adalah dari pihak Bonek yang memberi pengaruh kepada Persebaya dan yang paling mencolok adalah dari sisi ekonomi.

Harapan kita memanglah dapat melihat hubungan kedua pihak ini sebagaimana simbiosis mutualisme. Contoh sederhananya, Bonek memberikan dukungan besar, Persebaya berhasil memetik kemenangan. Keduanya sama-sama untung.

Namun realitasnya tidak semanis yang kita harapkan, dan hubungan saling memberi pengaruh ini akan tetap terjadi. Entah itu pengaruh buruk ataupun baik yang akan diberikan, baik itu secara sadar maupun tidak. Melihat bahwa Bonek dapat memberikan pengaruh yang besar terhadap Persebaya, maka sudah sepatutnya diperlukan sosialisasi kebaikan kepada Bonek supaya pengaruh besar itu senantiasa mengarah pada hal yang baik. Namun tidak sama dengan Bonek hanya memberikan pengaruh yang buruk.

Hal ini tentu saja berlaku kepada seluruh suporter di Indonesia. Supaya pada tiap-tiap lanjutan kompetisi yang diikuti oleh Persebaya, maka Bonek tetap bisa ikut hadir, dan tim Persebaya juga tetap dapat merasakan atmosfer dukungan yang diberikan oleh Bonek. Bentuk sosialisasi kebaikan bisa dilakukan dalam bentuk banyak hal.

Contoh yang bisa diambil adalah suatu tim yang bernamakan Bonek Disaster Response Team (BDRT). Sederhananya, BDRT ini adalah suatu inovasi yang pertama kali dilakukan oleh sekeolompok suporter di Indonesia yang berangkatnya dari rasa kepedulian sekaligus keprihatinan. Untuk penjelasan lengkapnya, pembaca dapat mampir di website greennord27.com.

Adapun Panti Asuhan Bonek, Musholla yang dibangun oleh sekelompok Bonek, hingga kampanye membeli tiket (anti menerobos masuk stadion untuk menonton Persebaya bertanding) yang tertera di kaos. Selain beberapa hal di atas, kini kita juga dapat melihat beberapa akun media sosial Bonek yang dikelola dengan baik dan tidak rasis ataupun anarkis. Salah satunya adalah media Emosi Jiwaku com ini, dimana muncul ajakan untuk menulis. Bonek wani literasi namanya.

BACA:  Andik Vermansah, Romantisme atau Prioritas?

Beberapa hal yang telah disebutkan tadi tentu saja bisa menjadi semacam sosialisasi kebaikan dan juga merupakan pendorong untuk Bonek dan Masyarakat di Surabaya supaya senantiasa menjadi lebih baik. Pengaruh besar yang biasa diberikan Bonek kepada Persebaya pun juga akan mengarah pada kebaikan. Bahkan kalau bisa Bonek hadir bukan hanya untuk Persebaya, namun juga menginspirasi para suporter lainnya untuk menjadi “Wani Cerdas, Wani Positif, dan Wani Kreatif”.

Persebaya kini memiliki tantangan yang lebih besar dibandingkan tahun kompetisi sebelumnya. Jika di tahun sebelumnya Persebaya berhasil finish di posisi runner up, maka pada tahun ini Persebaya memasang target lebih baik dari musim berikutnya. PR Persebaya juga masih banyak. Butuh usaha ekstra untuk dapat menjadi klub yang profesional.

Namun semua itu bisa tercapai apabila terdapat dukungan yang besar. Hal tersebut dapat diberikan oleh Bonek. Karena itu, mulailah dari diri kita, jangan lelah untuk memberikan sosialisasi kebaikan sekecil apapun itu. Ingat, Bonek itu basis suporter yang besar.

Pengaruh yang diberikan pun juga besar. Bonek baik, Persebaya akan jadi baik pula. Bahkan bukan hanya Persebaya, bisa jadi sampai pada lingkup yang lebih besar lagi. Negara misalnya.

Bolehlah kita mulai dari gerakan Bonek Wani Literasi yang diadakan oleh EJ.  Salam.

Oleh: Hamzah Tegar Ashari
Medsos: @hamzahashari_
Domisili: Surabaya, Jawa Timur

Komentar Artikel