Tut..Tut..Tut.. ke GBT

Namun demikian, pilihan untuk membangun jalan raya menuju komplek olahraga terbesar di kota Pahlawan ini sejatinya membuktikan kritik beberapa kalangan tentang pembangunan Surabaya yang lebih berorientasi pada kendaraan pribadi alih-alih transportasi publik.

Lokasi yang jauh dari pusat kota dan ketiadaan transportasi umum yang memadai membuat suporter mengandalkan kendaraan pribadi untuk hadir ke Stadion GBT.

Akibatnya, tiap Persebaya berlaga di stadion tersebut hampir pasti kemacetan parah akan terjadi. Meskipun begitu, sebenarnya suporter memiliki peluang untuk mengakses Stadion GBT dengan transportasi massal.

BACA:  Cetak Hat-trick Lagi, David Da Silva: Ini Hasil Kerja Tim

Hal ini ditunjukkan dengan keberadaan Stasiun Benowo yang jaraknya walking distance dari Stadion GBT, yakni sekitar 2.5 kilometer saja. Stasiun Benowo memang bukanlah stasiun besar, akan tetapi stasiun ini telah menjadi salah satu persinggahan kereta api komuter Surabaya-Lamongan lebih dari satu dekade.

Potensi yang dimiliki oleh moda transportasi ini untuk menyelesaikan permasalahan akses ke Stadion GBT ini dapat terwujud jika Pemerintah Kota Surabaya dan PT KAI duduk Bersama untuk mendesain sebuah kereta lokal yang bisa mengangkut supporter dari stasiun-stasiun lain di Surabaya.

Halaman 1 2 3 4 5

Komentar Artikel