5 Referensi Konten Untuk Persebaya Selama Liga 1 2020

David da Silva dan Irfan Jaya. Foto: Rizka Perdana Putra/EJ

Liga 1 2020 diputuskan akan bergulir pada Februari mendatang. Para kontestan kehilangan banyak pemasukan dari sektor tiket karena pertandingan akan digelar tanpa penonton. Pun suporter juga rindu menyaksikan secara langsung tim kebanggaannya dari tribun. Maka, salah satu sektor yang bisa dimaksimalkan oleh tim adalah pendapatan dari konten sosial media terutama YouTube.

Hal ini masuk akal, terlebih dengan jumlah subscriber mencapai 560 ribu dan titel runner-up views YouTube terbanyak diantara klub-klub Asia (hingga pertengahan tahun 2020) harapannya membuat tim kreatif Persebaya semakin semangat.

Dalam artikel ini saya ingin memberikan lima referensi konten untuk Persebaya selama pagelaran Liga 1 2020 mendatang agar para suporter tidak bosan dengan konten yang disajikan.

1Kuis Antar Pemain

Konten yang pertama adalah kuis ringan antar pemain. Ambil contoh salah satunya What Do You Know? yang kerap dirilis Arsenal. Permainan ringan ini dilakukan oleh dua pemain yang akan diberikan satu pertanyaan dan mereka harus menjawabnya secara cepat sesuai batas waktu. Jika gagal sebanyak tiga kali, maka dinyatakan kalah. Referensi lainnya datang dari konten Sky Sports yang juga melakukan kuis ringan tebak-tebakan dengan memberikan clue.

Mesut Oezil and Koscielny
Mesut Oezil dan Koscielny dalam konten What Do You Know? (Youtube Arsenal)

Permainan ini memang simpel, namun memiliki tuntutan berupa wawasan yang luas. Selain itu, keuntungan lainnya para pemain bisa lebih akrab. Tim kreatif Persebaya bisa mengolah dan memodifikasi kembali konsep permainan ini sesuai kebutuhan. Dengan asumsi total 25 pemain dan tim pelatih, potensi produksi untuk konten jenis ini bisa mencapai 15-20 edisi.

Bahkan jika ingin ekspansi ke topik luar sepak bola, kuis ringan semacam ini bisa dimasukkan unsur komedi. Well, tentu hal ini kembali lagi ke tim kreatif bagaimana cara mengolah referensi konten tersebut agar cocok dengan Persebaya. Semangat!

2Goals Recreated

Goals Recreated merupakan sebuah konten hiburan yang dipopulerkan oleh BT Sport. Konsepnya sederhana, pemain diharuskan untuk me-reka ulang sebuah gol spektakuler yang pernah tercipta. Sebelumnya mereka dipersilahkan melihat cuplikan gol tersebut melalui smartphone atau tablet.

Tottenham Hotspur Goals Recreated Challenge
Pemain Tottenham Hotspur ketika melakukan tantangan Goals Recreated. (BT Sport)

Setiap pemain akan diberikan sebanyak empat kesempatan untuk me-reka ulang gol tersebut. Permainan ini cukup menarik dan menghibur, namun kendala utamanya terletak pada clip video yang tersedia. Terlebih jika ingin fokus kepada gol Persebaya saja, maka tim kreatif harus berjuang keras mencari footage gol yang akan direka ulang. Maka opsi lainnya adalah me-reka ulang gol keren dari seluruh dunia, tidak terbatas pada gol Persebaya saja. Dengan diolah sesuai kebutuhan tim, konten ini berpotensi rilis puluhan episode dan bisa melejitkan views.

BACA:  Rachmat Juliandri dan Abdul Azis Terkesan Main di G10N

3Challenge Setelah Latihan

Selanjutnya ada challenge atau tantangan setelah latihan. Konten ini sebenarnya sudah marak dilakukan oleh tim-tim Liga 1 lainnya, bahkan dari channel resmi Liga 1. Namun sayangnya untuk Persebaya sendiri belum secara spesifik melakukannya.

Banana Kick Challenge Persebaya
Banana Kick Challenge yang dilakukan Persebaya pada 2018 lalu. (Liga1Match)

Beberapa contoh challenge ringan yang biasa dilakukan adalah hajar mistar; pemain harus menendang bola mengenai mistar dari jarak tertentu, corner challenge; menendang sepak pojok langsung gol, atau dizzy penalti; menendang penalti dengan berputar-putar terlebih dahulu. Menurut saya tim kreatif Persebaya perlu mengonsep challenge seperti ini agar suasana latihan tidak terlalu tegang.

4Tim Belakang Layar

Ini termasuk konten yang cukup kecil prosentasenya jika dibandingkan dengan yang lain. Selama ini proses tim belakang layar belum banyak diekspos. Beberapa memang sudah, seperti mengikuti kegiatan Kit-Man menyiapkan logistik ruang ganti dan memasak makanan bersama Chef. Perlu ada ekspansi lebih lanjut tentang konten tim belakang layar ini.

Beberapa potensi kegiatan tim belakang layar yang bisa dieksplorasi menjadi konten menurut pendapat penulis contohnya:

Persiapan Menggelar Pertandingan, proses dibalik layar bagaimana manajemen mempersiapkan menggelar pertandingan termasuk berkas administrasi apa saja yang perlu diurus. Konten ini bisa membuat para suporter mengerti bagaimana rumitnya proses dibalik mempersiapkan sebuah pertandingan.

Tim Website, konten untuk membedah bagaimana tim website ketika mempublish berita di website resmi klub terutama ketika update hasil pertandingan. Biasanya update hasil pertandingan dilakukan dua sampai tiga kali, setelah babak pertama usai, babak kedua usai dan artikel lain setelah konferensi pers. Ini sangat potensial untuk digarap sebagai konten agar para suporter menjadi lebih tahu bagaimana cara kerja tim website.

BACA:  Persebaya “Bukan” Tim Promosi

Tim Media Sosial, dengan variasi seperti One Day with Social Media Administrator yaitu mengikuti kegiatan yang dilakukan pengelola akun media sosial Persebaya selama sehari kerja seperti mempersiapkan posting, mendesain poster, dan lain sebagainya.

Distribusi Merchandise Store. Ini bisa dikatakan kurang populer, namun menarik untuk menambah pengetahuan suporter bagaimana proses distribusi barang di setiap cabang Persebaya Store. Konten ini juga bisa dikembangkan dengan proses distribusi tiket ketika kedepannya pertandingan sudah diperbolehkan dihadiri penonton.

Tim Fotografer. Komponen penting ketika Persebaya sedang berlatih dan berlaga. Kualitas jepretan tim Persebaya pun bisa dikatakan diatas rata-rata karena hasil fotonya bagus. Cerita tim fotografer dalam membidik momen bisa diulas sebagai salah satu konten.

Tim Cameramen Highlight. Salah satu konten paten yang terus diproduksi oleh tim Persebaya adalah highlight pertandingan. Memuat berbagai macam elemen mulai saat tim datang, di ruang ganti, pertandingan, hingga selesai pertandingan. Maka selayaknya kita perlu tahu bagaimana perjuangan tim cameramen untuk bekerja mewujudkan highlight ciamik tersebut.

5My Top 3

Sedangkan referensi terakhir adalah My Top 3. Sampai artikel ini ditulis (17/9), sudah ada sebanyak tujuh video My Top 3 di channel resmi UEFA. Konten My Top 3 menyajikan cerita dari seorang pemain tentang 3 gol terbaiknya semasa berlaga di UEFA Champions League. Tidak hanya clip video saja, namun sang pemain juga menjelaskan alasan dibalik pilihannya itu.

Nah, tim kreatif bisa mengadopsi gaya konten seperti ini untuk membuka cerita dari sisi pemain selama pertandingan. Sebab dari gol tersebut pasti ada cerita yang selama ini mungkin belum diketahui. Tidak terbatas pada gol saja, konten gaya ini bisa juga dari penyelamatan kiper, bek, ataupun momen unik lainnya dalam pertandingan seperti kartu merah.

Itulah beberapa referensi konten yang semoga berguna untuk Persebaya selama Liga 1 2020. Semakin banyak konten (berkualitas), maka semakin besar pula potensi pemasukan yang diterima untuk membiayai segala kebutuhan tim selama kompetisi berlangsung.

Salam Satu Nyali, WANI!

Komentar Artikel