Bonek Berharap Presiden Persebaya Bertemu Wali Kota Surabaya

Gelora Bung Tomo Surabaya /Foto : Official Persebaya
Iklan

EJ – Draf rancangan Peraturan Daerah (Perda) tentang Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah mendapat banyak sorotan. Khususnya terkait tarif sewa Gelora Bung Tomo dan Gelora 10 Nopember.

Pansus DPRD Kota Surabaya kemarin siang (19/4) melakukan dengan pendapat yang mendatangkan pihak Pemerintah Kota Surabaya, Asosiasi Sepak Bola Kota Surabaya dan Menejemen Persebaya.

Dari paparan pengajuan Perda oleh pihak Pemkot diketahui tariff Gelora Bung Tomo dan Gelora 10 Nopember mengalami kenaikan. Terkait hal tersebut menejemen Persebaya mengajukan keberatannya.

Tarif terbaru GBT untuk kegiatan komersial yakni Rp.22.000.000 per jam dan Rp.444.000.000 per hari. Sontak draf rancangan perda mendapatkan sorotan juga dari bonek suporter Persebaya.

Iklan

Dari komentar bonek mereka berharap ada pertemuan antara Presiden Persebaya dengan Wali Kota Surabaya untuk mencari jalan keluar terbaik yang tidak merugikan semua pihak.

Berikut beberapa tanggapan bonek terkait draf Perda tersebut :

 

Dhion Prasetya (Bonek Writer Forum) :

Sewa Stadion GBT dinaikkan? Urgensinya apa coba tarifnya dinaikkan? Apakah karen sudah direnovasi? Ataukah karena sudah bertaraf standar Piala Dunia? Sebelum menaikkan tarif, sebaiknya Pemkot melihat dahulu, siapa pengguna potensial stadion ini?

Paling sering dan paling potensial jelas Persebaya. Sudah nyata Persebaya adalah kebanggaan warga Kota Surabaya yang sudah pasti wajib didukung oleh Pemerintah Kota Surabaya.

Kalau harga sewa memberatkan Persebaya, ya berarti Persebaya bisa dong mencari _homebase_ lain seperti misalnya Stadion Gelora Delta Sidoarjo. Kalau sampai terjadi hal ini, maka yang paling dirugikan adalah Pemkot Surabaya dan Warga Surabaya. Karena fasilitas Stadion GBT _mubazir_ tak terpakai. Dan warga Surabaya kehilangan hiburan rakyat serta perputaran ekonomi kerakyatan di sekitar Stadion GBT bakal terganggu.

Patut diingat bahwa uang pembangunan stadion adalah uang rakyat, yang mana nantinya (stadion) bisa berguna untuk rakyat.

Saya kira perlu dilakukan pertemuan kedua belah pihak agar tercapai hasil pertemuan yang menguntungkan kedua belah pihak.

 

Husein Ghozali (Green Nord 27) :

Raperda ini warisan Pemkot sebelumnya. Saya harap Raperda atau draf Perda ini ditijau ulang.

Seperti janji Wali Kota Eri Cahyadi, kalau ada permasalahan bisa dikonfirmasikan.

Dan ini belum pernah ketemu juga antara Azrul Ananda dengan Wali Kota yang pernah dijanjikan Eri Cahyadi saat bertemu teman-teman bonek dan menejemen di balaikota

Sejatinya GBT ada untuk Persebaya dan saya yakin dengan Wali Kota yang baru tidak akan menutup,

 

Devara Noumanto (Tribun Kidul) :

Jika harga sewa GBT benar-benar terjadi ini sangat tidak baik dan terkesan memberatkan (Persebaya).

Tapi disini kita singgung pertemuan dengan Wali Kota Surabaya di Balaikota sebulan yang lalu. Wali Kota membuka ruang untuk Presiden Persebaya jika ada keberatan.

Presiden Persebaya harus bertemu dengan Wali Kota untuk silaturahmi dan membahas Persebaya untuk Surabaya yang lebih berwarna.

Biar happy ending Presiden Persebaya dan Wali Kota bisa buka puasa bersama saat Ramadhan ini.

 

Erik Wicaksana (Gate Jhoner 21) :

Kami mengecam draf Pemerintah Kota Surabaya perihal harga sewa GBT yang naik nerkali-kali lipat.

Wajar memang kalau ada kenaikan dilihat dari perbaikan pada banyak aspek stadion. Baik fasilitas dan aksesnya. Tetapi tidak dengan harga segitu juga.

Mumpung masih draf silakan menejemen dan Pemkot duduk satu meja mencari jalan tengah sebelum makin meruncing permasalahan ini.

Karena pastinya nanti bonek juga dirugikan dengan harga yang juga akan naik berkali-kali lipat.

 

Komentar Artikel

Iklan

No posts to display