Jalan Ninja Persebaya

Belum genap seminggu setelah kompetisi Liga 1 selesai, suasana Surabaya terasa begitu panasnya. Gerah tak terasa meski kadang hujan masih menghampiri di musim pancaroba kali ini.. Panasnya kali ini bukan karena cuaca.ย  Apa penyebabnya?

Tidak lain tidak bukan, drama tahunan kembali dimulai. Manajemen vs bonek dan bonek vs bonek. Pro kontra menjelang musim baru dimulai. Bukan hal yang baru, kita sudah mengalaminya tiap tahunnya selalu begini. Masuknya bulan Ramadhan tak menghalangiย  gelombang-gelombang panas akan berita Persebaya.

BACA:  Lagi, BWF Kado Buku Untuk Ulang Tahun ke-94 Persebaya

Diawali dengan hengkangnya sebagian besar pemain pilar dan bintang-bintangnya, manajemen Persebaya kembali menjadi bulan-bulanan bonek sejagat dengan kebijakan pengelolaan skuadnya guna menatap musim depan.

Tuduhan-tuduhan manajemen pelit, presiden klub kehabisan uang, atau juga malah menuduh pemain-pemain yang hengkang bak kacang lupa kulitnya, meninggalkan klub yang membesarkan namanya dan pergi hanya demi gaji yang lebih besar.

BACA:  Inilah 19 Pemain Persebaya yang Dibawa ke Bantul

Banyak bonek juga menuduh tidak ada loyalitas ataupun kesetiaan dari mereka. Tidak ada salahnya berpendapat demikian, sah-sah saja buat bonek yang terlanjur sayang / wes kadhung tresno melihat skuad musim ini yang begitu mempesona secara permainan hingga banyak mendapatkan penghargaan dari pengelola liga.

Halaman 1 2 3 4 5 6 7

Komentar Artikel