Jalan Ninja Persebaya

Melepas pemain berlabel timnas guna menghindari bentroknya jadwal antara timnas dengan liga; mengorbitkan pemain-pemain muda potensial yang bisa mengangkat performa tim dan menjadi bintang masa depan; dan yang terutama adalah bagaimana klub ini membuat budgeting yang begitu ketat mengenai nilai transfer dan gaji pemain.

Tujuannya apa? Tak  lain dan tak bukan adalah menstabilkan neraca keuangan klub. Mungkin kita masih ingat bahwa klub ini berencana melakukan IPO (Initial Public Offering) sebelum usianya yang ke 100 di 2027 nanti, itu berarti neraca keuangan klub harus positif (mengalami untung) minimal dalam 3 tahun berturut-turut. Seperti yang kita ketahui, musim 2020/2021 kita mengalami kerugian yang besar sekali karena liga dibatalkan karena pandemi, sementara di musim 2021/2022 kemarin, meski liga digelar namun dengan tanpa adanya penonton di stadion sudah jelas klub merugi mengingat salah satu sumber keuntungan Persebaya adalah melalui penjualan tiketnya.

BACA:  Gugatan Persebaya di Pengadilan Tak Akan Mengubah Apapun

Sangat kompleks memang mencerna dan memaknai semua perjalanan ini. Sebuah proses yang panjang, melelahkan dan menguji kesabaran. Tapi ya inilah jalan ninja Persebaya.

Halaman 1 2 3 4 5 6 7

Komentar Artikel