SAH! (Nazar Seorang Bonek Untuk Persis Telah Direstui)

Masih ingat perihal aksi salah seorang Bonek yang bernazar jalan kaki dari Boyolali ke Stadion Manahan karena Persis naik kasta ke liga satu?

Seorang Bonek yang memilki mimpi bisa satu tribun lagi dengan Pasoepati dan bernyanyi bersama. Karena dari sanalah ia kali pertama mengenal sepak bola.

Sepak bola benar-benar mengalahkan logika dan gilanya, Tuhan merestui itu semua. Takdir seolah-olah berjalan mulus, persaudaraan ini semoga abadi.

BACA:  Belajar Pluralisme Melalui Sepak Bola

Laga pertama yang boleh dihadiri banyak penonton setelah dua tahun para suporter dipaksa berdiam diri di depan televisi. Tentu saja banyak drama, dari perang tiket, akses jalan, kondisi stadion, maupun tindakan kriminal yang mengatasnamakan bonek.

Ternyata bukan bonek saja yang menanti-nanti pertandingan besar ini, namun segerombolan kriminalis yang terstruktur dan masif dengan lihai berbaur menggunakan atribut sama untuk merampas barang berharga yang katanya (milik saudara).

BACA:  Persebaya Store Bertemu Bonek Bahas Sinergi

Semboyan “Apik elek kui yo dulurmu” selalu menjadi akhir dari perdebatan. Mohon maaf, untuk segala tindak kejahatan dari kalangan apapun, bagi saya tidak ada yang namanya ampun. Atribut jangan dijadikan tameng, kalau benar bonek tidak akan merusak citra baik bonek.

Halaman 1 2 3 4 5

Komentar Artikel