Kritikan Untuk Tiket Terusan Dari Pemegang Bonek Card

Suasana Gelora Bung Tomo saat launching tim Persebaya 2022/2023/Foto : Joko Kristiono/EJ

Kita Bonek selalu mengkampanyekan No Ticket No Game agar Persebaya mendapatkan income maksimal dari ticketing.

Adanya Bonek Card (Tiket Terusan) adalah terobosan baru di sepakbola Indonesia, Persebaya menjadi pionir dari klub lainnya yang masih karut marut dalam hal ticketing. Tapi saya rasa untuk tiket terusan musim ini marketing mengalami kemunduran. Karena tiket terusan selain tidak dicetak di kartu sebagai identitas pemilik dan mempermudah barcode, juga pemilik tiket terusan dibikin ribet harus cetak tiket fisik tiap match.

BACA:  Empat Kritikan untuk Manajemen dan Tim Kecil Yang Tak Becus Bekerja

Bagaimana dgn Bonek luar kota yang di daerahnya tak ada store cabang?

Juga pendaftaran tiket terusan tak kurang dari seminggu dari laga home pertama di GBT. Terkesan ngejar deadline. Di saat banyak Bonek kelas pekerja yang belum mendapatkan gaji. Tidak ada solusi semisal menggandeng jasa keuangan / e-commerce yg menyediakan Pay Later untuk mempermudah Bonek dalam hal pembelian tiket terusan ini.

BACA:  Bonek Timika Rayakan Ulang Tahun Di Ponpes Panti Asuhan

Memang cinta tak harus ada balasan, loyalitas Bonek tak perlu dipertanyakan. Tapi ya mbok official memikirkan resiko Bonek yang nantinya akan menukarkan ke tiket fisik tiap laga.

Halaman 1 2 3 4 5

Komentar Artikel