Kritikan Untuk Tiket Terusan Dari Pemegang Bonek Card

Bagi mereka yang pelit, mereka akan menjual tiketnya ke orang lain. Jika laga biasa mungkin dijual dgn harga lebih murah, yang penting bisa terjual.

Bagaimana yang terjadi jika laga biasa banyak menjual di bawah harga normal (75K) karena takut tiketnya ga terjual, apalagi jika prestasi tim menurun. Nilai dari pertandingan itu akan menjadi lebih murah.

Sebagai gambaran Tiket Fans satu musim seharga 1.275.000 (Free Jersey Autentic). Hitunganan orang yang tidak mau rugi begini : Jersey Autentik dijual ke orang lain. Syukur bisa dijual dengan harga seperti di store 750K. Artinya 1.275K – 750K = 525K.

BACA:  Persebaya Akan Latihan Rutin di Karanggayam

Nilai dari 17 laga Home adalah 525K artinya tiap laga Home tiket itu bernilai 30K. Sangat berbeda jauh dgn tiket normal 75K (biasanya turun ke bawah 85K).

Artinya pemegang tiket terusan dalam bentuk fisik itu kalo tidak bisa datang tiket itu dijual ke orang lain. Dijual 75K pun mereka tetap untung 45K

BACA:  Bonek: Surabaya Aman Bagi Para Pendatang

Atau kalo ingin tiketnya ingin cepat terjual, ya jual saja 50K atau kalo gak mau ribet lagi jual 30K. Bagaimana yang terjadi jika banyak Bonek berpikir menjual tiket lebih murah? Atau prestasi klub menurun hingga nilai pertandingan itu menjadi rendah. Banyak yang mencari tiket murah dari pemenang giveaway, pemegang tiket terusan, dan calo yang gagal jualan. Apakah tidak berpotensi menggangu finansial tim dalam ticketing?

Halaman 1 2 3 4 5

Komentar Artikel